"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."
Home » , , , » Konferensi apologetika: Kita harus siap memberi jawaban kepada siapapun

Konferensi apologetika: Kita harus siap memberi jawaban kepada siapapun

Written By Menara Penjaga on Rabu, 30 Mei 2012 | 11:44

Ratusan orang menghadiri sebuah konferensi yang bertujuan untuk membekali orang Kristen dengan pemahaman-pemahaman iman yang ditopang oleh bukti-bukti Sains, Filosofi dan Alkitab.

Acara yang diselengarakan di pusat kota London pada akhir pekan lalu itu bertemakan “Unbelievable? Giving the Sceptical World Reason to Believe” (tak dapat dipercaya? Memberikan kepada dunia yang ragu alasan untuk percaya) dan merupakan kerja sama antara Premier Christian Radio dengan Reasons to Believe (alasan-alasan untuk percaya), sebuah organisasi yang membidangi pengajaran dan penelitian apologetik (pembelaan iman) Kristen. 

Michael Green, seorang pemimpin gereja dan apologet, membuka kegiatan ini dengan sebuah topic yang diberi judul “Sebuah jawaban bagi semua orang” dalam mana ia mengungkapkan bagaimana memberi jawaban terhadap keberatan-keberatan terhadap iman Kristen. 

“Kita harus siap memberi jawaban kepada siapa pun,” katanya. 

“Kata-kata ini berasal dari I Petrus 3:15, di mana rasul Petrus sedang menghadapi iklim intelektual yang bermusuhan dan ia memberikan serangkaian arahan yang membantu kepada para pembaca suratnya dan kepada kita.” 

Green menggambarkan iman yang sejati sebagai komitmen pribadi atas bukti yang ada dan mengungkapkan bahwa apologetika adalah sebagai upaya menghadirkan bukti tersebut. 

“Apologetika sangat penting. Tanpanya banyak dari generasi muda kita akan pergi jauh segera mereka masuk universitas, dan kita takkan bisa memenangkan mereka untuk Kristus pada masa yang sangat penting dalam hidup mereka. Media dan universitas-universitas adalah tempat subur untuk pengaruh anti-Kristen.”          

Hadir pula dalam konferensi tersebut pendiri dan presiden organisasi Reasons to Believe Hugh Ross yang menyajikan alasan-alasan menyangkut alam semesta mengenai adanya Allah. 

 “Di Reason to Believe keseluruhan tujuan kami adalah mengembangkan apologetika yang mempunyai kemungkinan paling dekat untuk bisa membawa orang dewasa yang tak bergereja pada iman terhadap Yesus Kristus,” ungkapnya. 

Seringkali yang menjadi keberatan terhadap Kekristenan menurut Ross adalah anggapan bahwa penciptaan bukan sains karena tidak bisa diuji atau diverifikasi dalam sebuah eksperimen. 

“Hal inilah yang meyebabkan kami selama lebih dari 25 tahun telah mengembangkan sebuah model penciptaan alkitabiah yang dapat diuji dan diverivikasi. Jika kami lebih berhasil dalam memprediksikan penemuan saintifik di masa depan dibanding cara pandang yang lain, maka menurut akal dan logika maka kita menjadi berkewajiban untuk menjadi pengikut Yesus Kristus,” jelasnya.  

“Freeman Dyson yang pada suatu ketika mengaku sebagai ilmuan atheis, dan pada kesempatan lain seorang agnostik (yang meragukan keberadaan Tuhan) menulis dalam bukunya ‘semakin saya mengusut alam semesta, semakin banyak bukti saya temukan bahwa alam semesta dalam pengertian tertentu seperti tahu bahwa kita akan datang.
“Alam semesta didisain untuk manusia.” 

John Lennox, professor Matematika dan filosofi Sains di Oxford University mengatakan, “Semakin sains membukakan lika-liku dari keajaiban belaka alam semesta ini, semakin saya memuji Tuhan karena melakukannya demikian.” 

“Ketika Newton menemukan hukum gravitasinya ia tidak mengatakan ‘Luarbiasa, saya telah menemukan hukum gravitasi, saya tidak membutuhkan Allah’. 

“Ia menulis Principia Mathematica (prinsip-prinsip Matematika), dapat dikatakan buku yang paling terkenal dalam sejarah sains. 

“Ia menulis dalam bagian pengantarnya: ‘dalam pengharapan supaya orang yang dapat berpikir melaluinya dapat percaya kepada Allah’. 

“Dengan kata lain semakin Newton memahami bagaimana alam semesta bekerja semakin ia mengagumi Allah yang membuatnya demikian.”

Argumen lainnya yang diangkat berhubungan dengan keberadaan Allah diambil dari filosofi. Menurut Profesor Kenneth Samples, hakikat manusia adalah bukti kuat bahwa Allah ada. 

“Mengapa manusia mencari maksud dan arti hidup? Mengapa kita membutuhkan harapan? 

“Dalam Kekristenan dikatakan jika Anda merasa tak berkepenuhan, jika Anda merasa gelisah, jika Anda sedang mencari, itu karena Allah menciptakan Anda supaya Anda tidak akan merasakan istirahat di luar Dia. Kitab Suci menunjukkan bahwa pada intinya manusia mengetahui bahwa Allah ada.” (Christiantoday)

Lihat video preview.


Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger