"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."
Home » , , , , , , , , » Patriark Gereja Ortodoks Yunani Ignatius IV meninggal dunia: Kepergian seorang pilar spiritual dan nasional

Patriark Gereja Ortodoks Yunani Ignatius IV meninggal dunia: Kepergian seorang pilar spiritual dan nasional

Written By Ray Maleke on Jumat, 07 Desember 2012 | 04:05

Uskup Agung Gereja Ortodoks Beirut, Elias Audi, beridir
di samping jenasah Patriark Ignatius IV yang disemayamkan
di Gereja St Nicolas, Beirut timur, 5 Desember 2012
(foto: The Daily Star/Mahmoud Kheir).
LEBANON, Beirut (6 Desember 2012). 

Patriark Gereja Ortodoks Yunani Ignatius IV Hazim meninggal dunia pada Rabu pagi (12/5) di sebuah rumah sakit di Beirut setelah menderita stroke sehari sebelumnya. Beliau menutup usia pada umur 92 tahun.

Patriark Ignatius IV, yang telah menjabat sebagai kepala Patriark Ortodoks Yunani dari Levant dan Antiokhia selama 33 tahun, dirawat di rumah sakit Saint George Ashrafieh hari Selasa setelah menderita stroke, ungkap seorang narasumber kepada The Daily Star.

Setelah berita kematiannya, gereja-gereja di wilayah utara Koura mendentangkan lonceng gereja sementara para pejabat Libanon tiba melayat dan mengungkapkan rasa belasungkawa mereka di Gereja St Nicolas, Beirut.

Pemakaman Ptr Ignatius IV akan digelar hari Minggu pukul 12.00 di St Nicolas Church. Pejabat sementara yang akan menggantikannya akan akan dicalonkan pada hari Kamis.

Para pemimpin Lebanon mengungkapkan bahwa kepergiannya merupakan kehilangan bagi Lebanon dan wilayah itu, serta memuji perannya sebagai seorang pemimpin agama yang mempunyai keyakinan terhadap prinsip koeksistensi.

Perdana Menteri Lebanon Najib Mikati mengumumkan bahwa hari pemakaman Ptr Ignatius IV akan menjadi hari berkabung nasional, sambil memuji peran yang dimainkan beliau di wilayah tersebut.

"Kepergian [Ptr Ignatius] Hazim, merupakan kehilangan besar tidak hanya bagi Gereja Ortodoks dan denominasinya di Lebanon, tetapi juga bagi masyarakat Lebanon, Arab dan gereja-gereja Timur," kata Presiden Mikati dalam sebuah pernyataan.

Ia juga menggambarkan Ptr Ignatius IV sebagai seorang teladan dalam "pekerjaan rohani, kemanusiaan dan sosial."
"Dengan kepergian [Ptr Ignatius] Hazim, Lebanon dan dunia Arab kehilangan seorang yang memiliki moderasi dan konsensus, seorang yang percaya dalam dialog antar-agama dan antar-denominasi termasuk hidup berdampingan daripada ekstremisme dan isolasi," ungkap perdana menteri Lebanon ini.

PM Mikati, yang saat ini berada di Italia, juga memuji peran Ptr Ignatius IV dalam membela Palestina dan hak mereka untuk sebuah negara merdeka dengan Jerusalem sebagai ibukotanya. Ia mengatakan bahwa perjuangan Ptr Ignatius IV untuk masalah demikian ini membuatnya layak disebut sebagai "patriark dari orang-orang Arab."

Dalam upacara di Gereja St Nicolas, sekelompok imam membawa peti jenazahnya dan menurunkannya di dekat altar pada sekitar jam 3:30. Uskup Agung Ortodoks Beirut Metropolitan Elias Audi mengambil bagian dalam upacara itu di mana para uskup menyampaikan penghormatan mereka.

Presiden Lebanon Michel Sleiman, dalam sebuah pernyataan, menyampaikan belasungkawa kepada Gereja Ortodoks di Lebanon dan Suriah.

"[Ptr Ignatius IV] merupakan kehilangan tidak hanya untuk denominasi, tetapi juga untuk Lebanon dan Arab oleh karena kebijaksanaan, keberanian dan ajakannya berulang-ulang untuk dialog," katanya, seperti laporan kantor pers presiden.

Lahir di desa Mhardey dekat Hama di Suriah pada tahun 1920, Ptr Ignatius IV Hazim adalah anak dari sebuah keluarga Ortodoks Arab dan telah tertarik pada pelayanan gereja sejak usia dini.

Setelah menyelesaikan sekolah di Hama, Suriah, ia pindah ke Beirut di mana ia belajar sastra dan mulai melayani Gereja Ortodoks di Lebanon.

Ia membantu mendirikan Kelompok Organisasi Pemuda Ortodoks global dan menjadi anggota Konvensi Suci Patriark Ortodoks di tahun 1961. Pada tahun 1971 ia diangkat menjadi Ortodoks Metropolitan di kota Lattakia, Suriah.

Wakil Ketua Parlemen Farid Makari menggambarkan Ptr Ignatius IV sebagai tokoh bersejarah yang memimpin komunitas Ortodoks di wilayah tersebut melalui waktu yang sulit .

"Masyarakat Ortodoks telah kehilangan seorang yang agung dan bersejarah yang memimpin umatnya dengan kebijaksanaan yang besar dalam masa sulit dalam sejarah wilayah itu," kata Makari dalam sebuah pernyataan.

Sementara itu, mantan Perdana Menteri Saad Hariri mengatakan bawah wafatnya Ptr Ignatius IV Hazim merupakan hilangnya sebuah pilar nasional dan spiritual Lebanon.

"Masyarakat Lebanon, dengan wafatnya Patriark Hazim, kehilangan sebuah pilar nasional dan spiritual yang besar karena mereka berharap supaya Gereja Ortodoks Yunani tetap menjadi sumber kasih dan pemberian yang dapat tetap setia pada warisannya di dunia Arab," ungkap mantan PM Hariri dalam sebuah pernyataan. Pemimpin dari organisasi Gerakan Masa Depan ini menambahkan bahwa Ptr Ignatius IV Hazim telah menghadapi beberapa tantangan di wilayah itu dengan sikap yang solid dengan tujuan untuk melestarikan prinsip-prinsip hidup berdampingan, moderasi dan keterbukaan terhadap satu dengan yang lain.
(The Daily Star via Provoslavie)

-------

Belasungkawa juga datang dari Dewan Gereja-Gereja se-Dunia (WCC). Sekjen WCC Rev. Dr Olav Fykse Tveit mengungkapkan “rasa belasungkawanya yang sedalam-dalamnya” atas wafatnya Ptr Ignatius IV.

Menurut Sekjen Tveit, "Ptr Ignatius IV telah memperoleh rasa hormat dari orang-orang Kristen dan Muslim di Timur Tengah, karena upaya sistematisnya untuk membawa perdamaian dan rekonsiliasi di kawasan itu." (Oikumene)


Berharga di mata Tuhan kematian semua orang yang dikasihi-Nya. – Mazmur 116:15 (MP)
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger