"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."
Home » , , , , , , » Hasil poll: Kebanyakan warga Inggris mendukung pengajaran Agama Kristen di sekolah

Hasil poll: Kebanyakan warga Inggris mendukung pengajaran Agama Kristen di sekolah

Written By Menara Penjaga on Jumat, 30 November 2012 | 02:55

Merton College Chapel, Oxford
(foto: pravoslavie)
INGGRIS, London (29 November 2012).

Hampir dua-pertiga orang dewasa yang menjawab survey yang dilakukan oleh Oxford University mengatakan mereka mendukung pengajaran agama Kristen di sekolah-sekolah, dan dua-perlima mengatakan bahwa mengajarkan tentang iman perlu mendapat perhatian lebih dalam pelajaran pendidikan agama.

Oxford University menanyakan kepada 1.800 orang apakah mereka ingin agama mayoritas diajarkan di sekolah-sekolah, dan hasilnya menunjukkan bahwa 64 persen mendukung pelajaran agama Kristen kepada murid-murid untuk membantu mereka memahami sejarah Inggris.

Survei ini adalah bagian dari proyek baru departemen pendidikan Oxford yang bertujuan untuk membantu para guru dalam mengajarkan agama utama di Inggris dalam pelajaran pendidikan agama.

Sejumlah 43 persen dari responden mengatakan lebih banyak perhatian perlu diberikan untuk mengajar Agama Kristen dalam pelajaran agama, 37 persen mengatakan banyak guru pendidikan agama tidak memiliki pengetahuan yang cukup tentang Agama Kristen untuk dapat mengajar secara efektif.

Ditanyakan topik apa dalam Agama Kristen yang perlu diajarkan kepada anak-anak, 58 persen mengatakan sejarah Kristen, 56 persen mengatakan pengetahuan tentang hari-hari besar seperti Paskah dan Natal, dan 51 persen mengatakan cara orang Kristen membedakan yang benar dan yang salah.

38 persen di antaranya mengatakan Alkitab harus diajarkan di sekolah, dan 30 persen mengatakan siswa harus diajarkan Doa Bapa Kami.

Pendidikan agama diwajibkan di sekolah-sekolah negara bagi murid berusia lima sampai 16 tahun.

Departemen pendidikan mengungkapkan bahwa para inspektur telah menyuarakan keprihatinan tentang bagaimana pendidikan agama diajarkan di sekolah-sekolah. "Salah satu masalah yang diidentifikasi dalam literatur penelitian ini adalah bahwa guru kadang-kadang gugup menangani masalah yang berkaitan dengan Agama Kristen karena mereka khawatir bahwa hal itu bisa dianggap sebagai penginjilan."

John Keast, ketua Dewan Pendidikan Agama Inggris dan Wales, juga mengatakan laporan inspeksi menunjukkan bahwa ajaran Kristen terlalu lemah. "Penelitian dan pelatihan merupakan kunci untuk meningkatkan pengajaran semua aspek dari Pendidikan Agama (
Religious Education), tetapi dengan sangat dikuranginya kesempatan untuk guru PA mengakses pelatihan yang berkualitas baik saat ini, inisiatif ini merupakan langkah awal ke depan," demikian ungkapnya seperti dikutip The Telegraph.

Hasil survei ini menunjukkan bahwa pemerintah Inggris telah menjauhkan masyarakat dari pendidikan Kristen yang mereka cari, dengan cara menjauhkan diri dari akar kekristenan negara itu dan telah terlampau hati-hati supaya tidak dinilai sebagai "imperialis budaya."

Baroness Sayeeda Warsi, perempuan Muslim pertama yang diangkat sebagai menteri di kabinet Inggris mengatakan baru-baru ini bahwa Inggris harus menjadi negara di mana orang tidak malu untuk mengatakan mereka adalah orang Kristen.

"Kita perlu menciptakan sebuah negara di mana orang bisa bangga iman mereka tanpa merasa malu – [negara] di mana mereka tidak merasa bahwa mereka harus meninggalkan agama di depan pintu," ungkap Lady Warsi, yang juga adalah salah satu ketua Partai Konservatif, dalam sebuah artikel di Daily Telegraph. "Itu berarti bangga dengan kekristenan, dan tidak merendahkannya." (The Christian Post)
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger