"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."
Home » , , , , , , , , , » Gubernur Sarundajang: GMIM berhasil menerjemahkan kekristenan di Minahasa

Gubernur Sarundajang: GMIM berhasil menerjemahkan kekristenan di Minahasa

Written By Menara Penjaga on Rabu, 03 Oktober 2012 | 06:16

Gubernur Sarundajang ketika membawakan pidato
(foto: rhemamanado)
INDONESIA, Manado (Tribun Manado, 2 Oktober 2012).

Gubernur Sulut Sinyo Harry Sarundajang dalam sambutannya pada Acara Puncak Perayaan HUT GMIM ke-78 Senin (1/10/2012) di lapangan dekat Manado Trade Center (MTC) mengatakan keyakinannya bahwa perayaan saat ini merupakan saat bagi GMIM untuk melihat sejarah. Ia meyakini bahwa perayaan ini bukan seremonial belaka. Tapi secara kuantias maupun kualitas merupakan ekpresi syukur.

"GMIM saat ini dan yang akan datang merupakan usaha kerja keras para pendiri GMIM. Para pendiri itu telah memberikan arah dan orientasi pelayanan yang jelas, baik dari sisi teologis maupun sosial," ungkap gubernur berprestasi ini.

Baginya, para pendiri GMIM telah berhasil menerjemahkan kekristenan pada simbol komunitas masyarakat Minahasa. Mereka masuk melalui kekhasan daerah. Dalam bentuk kearifan lokal seperti Burung Manguni yang dijadikan lambang GMIM. "Di bidang sosial GMIM telah memberikan kesejahteraan. Kesejahteraan itu tampak dalam penekanan pada bidang pendidikan dan kesehatan," ungkapnya.

Memiliki GMIM bagi Gub. Sarundajang berarti mengapresiasi buah-buah pelayanan para pendirinya. Mereka telah membangun kerja sama lintas gereja. Ia percaya peran dan orientasi GMIM akan ditentukan oleh perjalanan itu. Semuanya akan memotivasi GMIM dalam perjalanan selanjutnya.

"GMIM bersama gereja lain telah menunjukkan kepada masyarakat luar bagaimana seharusnya hidup bersama. Saya mengapresiasi GMIM karena telah merawat kemajemukan dan pluralisme [kepelbagaian]."
Dalam pemandangannya, setelah 78 tahun bersinode, GMIM menjadi lebih mandiri dan inklusif. Gubernur berprestasi ini kemudian meminta GMIM untuk bukan hanya bekerjasama antar-gereja tapi juga bekerjasama dengan pemerintah dan lembaga sosial. "Berikan kesaksian injili dengan juga mendukung program pemerintah secara aktif," katanya.

Bagi para tokoh dan pendeta GMIM, Gub. Sarundajang mengapresiasi komitmen dan konsistensi mereka untuk tidak terlibat dalam politik praktis, tapi lebih pada kerja sama untuk membangun kehidupan berbangsa dan bernegara untuk mempertahankan NKRI dengan empat pilarnya. "Saya sebagai pribadi, keluarga dan pemerintah mengucapkan selamat HUT ke-78 Sinode GMIM," ungkapnya. (*)
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger