"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Penyanyi Madonna dituntut jutaan dolar karena konsernya di Rusia

Written By Menara Penjaga on Rabu, 22 Agustus 2012 | 13:34

Para penggemar di Rusia menunggu kemunculan artis
kesayangannya.
RUSIA, Moskow (MP) -- Undang-undang baru yang disahkan pada bulan Februari lalu di Rusia membuat praktek mempromosikan homoseksualisme pada anak di bawah umur sebagai perbuatan ilegal, dan inilah yang menyebabkan gugatan terhadap penyanyi yang sering melecehkan simbol-simbol kristiani ini.

Pihak penggugat mengatakan bahwa di antara 25.000 orang yang mengikuti konsernya pada tanggal 9 Agustus lalu di St. Petersburg bahkan ada hadirin berusia 12 tahun.

Dalam konsernya itu Madonna mengungkapkan dukungannya terhadap praktek homoseks. Ia mengeluhkan perlakuan terhadap kaum homoseks dan mengajak hadirin untuk bersolidaritas dengan mereka. Ia telah membagi-bagikan karet gelang kepada para pendukungnya, dan mengajak mereka untuk mengangkat tangan sebagai tanda dukungan mereka untuk pelaku hubungan sejenis. Ia bahkan seperti 'berkhotbah' ketika melakukannya.

Madonna juga tak ketinggalan mengungkapkan dukungannya terhadap tiga anggota band Pussy Riots, dan “menginjak,” kata pengacara, salib Gereja Ortodoks Rusia, demikian dilansir agen berita setempat RIA Novosti

Alexander Pochuyev, pengacara yang mewakili sembilan orang penuntut, mengungkapkan bahwa gugatan itu diajukan hari Jumat terhadap Madonna, pihak pelaksana konser, dan tempat di mana acara itu berlangsung, dengan total tuntutan 333 juta rubel, atau hampir 10,5 juta dolar AS, untuk “kerugian moral,” demikian dilaporkan oleh AP.

Kerugian itu dihitung berdasarkan “tekanan psikologi dan emosional syok” yang dialami tidak hanya oleh mereka yang menghadiri konser tersebut, tetapi juga para pengguna internet yang melihat video online-nya serta mereka yang membaca berita.

“Ia bicara tentang toleransi, tetapi ia melecehkan perasaan orang percaya,” ungkap Pochuyev.

Menanggapi ungkapan kemarahan para pendukung Madonna yang mengatakan bahwa para penuntut seperti masih hidup di 'Abad Pertengahan', Pochuyev mengungkapkan bahwa langkah yang ditempuh ini merupakan upaya modern dan beradab untuk melindungi hak-hak mereka [rakyat Rusia].

“Tidak ada yang dibakar di depan umum atau mengalami inquisisi,” ujarnya. “Peradaban modern membutuhkan toleransi dan saling menghargai perbedaan-perbedaan nilai yang ada,” ungkapnya lebih jauh seperti dikutip RIA Novosti.

“Kami menuntut supaya ia [Madonna] membayar kerugian moral yang dialami oleh masyarakat St. Petersburg sebagai akibat dari tindakannya pada pertunjukkan 9 Agustus lalu,” ungkap Daria Dedova, salah satu yang menuntut Madonna. “Kami harus membela hak kami untuk hidup sesuai budaya kami yang normal, tanpa propaganda nilai-nilai dan pandangan yang bertentangan dengan budaya Rusia.”

Jika tuntutan mereka ini dikabulkan pengadilan, para penuntut berjanji akan menggunakan uang Madonna untuk proyek kemanusiaan yang membantu anak-anak dan keluarga.

Jurubicara Madonna, Liz Rosenberg, belum mengeluarkan pernyataan atau mengungkapkan reaksi penyanyi ini terhadap tuntutan itu. (ChristianToday)
Share this article :

0 komentar :

Poskan Komentar

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger