"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Yohana Setiani. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yohana Setiani. Tampilkan semua postingan

Penyakit Tersinggung

Written By Unknown on Senin, 10 Desember 2012 | 05:45



Bacaan Alkitab: Efesus 4:17-32

Dan Janganlah kamu mendukakan Roh Kudus Allah, yang telah memateraikan kamu menjelang hari penyelamatan. Segala kepahitan, kegeraman, kemarahan, pertikaian dan fitnah hendaklah dibuang dari antara kamu, demikian pula segala kejahatan. (Efesus4:30,31)

Setiap manusia pasti pernah terjangkit "penyakit tersinggung" yang timbul baik karena perkataan maupun perbuatan sesamanya. Penyakit ini selalu menyerang pusat kehidupan manusia, yaitu hati dan perasaan manusia. Hati menjadi sasaran yang sangat sensitif dan cepat terluka bila tidak dijaga dengan kewaspadaan. Perasaaan tersinggung akan terus semakin mengganas jikalau kita terus menyimpannya. Seiring waktu berjalan terus, luka akan semakin bertambah sehingga timbul kepahitan dan kebencian terhadap sesama. 

Kenyataan menunjukkan masalah tersinggung membuat kehidupn seseorang menjadi jauh di hadapan Tuhan, membuat kehidupan rohani seseorang tidak bertumbuh, berkat-berkat Tuhan menjauh dari kehidpannya, juga doa-doa kita tidak lagi didengar oleh Tuhan (Matius 6:14). Dari pahit hati dan perasaan yang tidak mau mengampuni akan timbul berbagai macam penyakit.

Yusuf dijual saudara-saudaranya

(Ilustrasi:
freebibleimages)

Ketersinggungan adalah awal dari kebencian dan sakit hati. Firman Tuhan juga berkata, kebencian menjadi awal dari perbuatan pembunuhan seperti yang terjadi dalam peristiwa Habel dibunuh kakaknya, Kain (Kejadian 4:6-8). Firman Tuhan memberi contoh bagaimana Yusuf mengalami masalah sakit hati, kebencian dan perasaan luka akibat perbuatan kakak-kakaknya. 

Yusuf di jual sebagai budak, namun Yusuf selalu menjaga hatinya untuk tidak terluka ataupun sakit hati. Biarpun setelah bekerja 10 tahun di rumah potifar, ia difitnah, ditipu dan dimasukkan ke dalam penjara, Yusuf tidak sedikitpun sakit hati. Kehidupan yang mengampuni seperti ini seharusnya juga menjadi gaya hidup kita. Jangan mau menyimpan kepahitan dan hidup dalam sakit hati. Mintalah pada Allah hati yang lemah lembut, mudah di bentuk, dan pengampun. 

Cepat-cepatlah bereskan hati yang terluka. Wanita Allah, jikalau kita menyadari bahwa Allahpun telah mengampuni kesalahan kita maka memberi pengampunan akan menjadi sangat mudah kita lakukan. 

Waspadalah dan jauhi perasaan tersinggung, obatnya adalah segera membereskan jika perasan itu muncul.




Tuhan Yesus Memberkati ^_^



PENEREBOS

Written By Unknown on Rabu, 28 November 2012 | 21:14



Sudah waktunya kita tidak boleh lagi menjadi orang yang hanya mengikuti arus, kalau kita ingin MAJU dan ingin mengalami yang lebih baik dari sebelumnya. Kita harus berani melawan arus tetapi tetap berpegang pada kebenaran.

Menjadi sang penakluk! Kita harus menembus batas dan mendobrak keterbatasan yang ada dalam hidup kita. Menerobos dan maju ke depan. Bagaimana caranya, dan apa yang harus dimiliki oleh seorang penerobos? Yosua 1:6-9!


1. Kuatkan dan teguhkan hatimu

Semua dimulai hati kita (Amsal 4:23) dan dari hati kita terpancar baik kehidupan pribadi, pendidikan, maupun keluarga kita. Jadi mulai hari ini apa saja yang kita lakukan, mulailah dengan hati yang benar. Untuk itu kita perlu melakukan pemberesan di hadapan Allah (Matius 5:23-24) supaya doa-doa kita yang tdak terhalang. Akui dan minta ampun, dan jangan sampai ada dosa yang masih kita tutup-tutupi. 

2. Bertindaklah hati-hati

Allah ingatkan kepada kita seperti kita seperti Dia mengingatkan kepada Yosua. Sebelum kita mengambil keputusan apapun, pertimbangkan terlebih dahulu apakah yang kita putuskan ini sesuai Firman Tuhan atau tidak? Manual book kita adalah Firman Allah. Pertimbangkan apakah nanti keputusan yang kita ambil sesuai? Keputusan di keluarga, di pekerjaan, di rumah, mengenai masa depan dan lain-lain. Memang kita sering kali salah, dan tidak ada seorang pun yang luput dari kesalahan dan mengambil langkah-langkah, tapi kalau kita terus belajar, semakin lama maka cara kita bertindak juga akan semakin baik, semakin mengukur segala sesuatunya sesuai Firman Allah. Saat kita mengukur dengan Firman, kita akan selamat sampai ke tujuan. Tapi kalau kita mengambil keputusan secara gegabah, akhirnya hidup kita akan jadi rusak dan begitu juga dengan rumah tangga kita. 

3. Jangan menyimpang ke kanan dan ke kiri 
 Artinya, kita harus berjalan Sesuai Rencana Allah. Firman berkata "Ada jalan yang di sangka orang lurus, tetapi ujungnya menuju maut,"(Amsal 14:12). Untuk itu mari kita bertindak hati-hati, jangan menimpang kekanan dan ke kiri tetapi mengikuti Firman Allah. 

4. Perkataan Firman 
Di dalam mulut orang percaya ada kuasa. Firman katakan pada kita dalam markus 11:23b, "tetapi percaya, bahwa apa yang di katakannya itu akan terjadi, maka hal itu akan terjadi baginya." Waktu kita mengatakan hal-hal yang buruk di luar firman, maka hal itu akan terjadi. Untuk itu kita harus menjaga perkataan kita. 

5. Renungkan Firman Siang dan Malam 
Wanita Allah, kita diingatkan Allah, peperangan paling besar ada di dalam pikiran kita. Filipi 4:8, "Jadi akhirnya, saudara-saudara semua yang benar, semua yang mulia, semua yang adil, semua yang suci, semua yang manis, semua yang sedap di dengar, semua yang disebut kebajikkan dan patut di puji, pikirkanlah semuanya itu." Dalam bahasa aslinya adalah logisomai, artinya, masukkan terus-menerus yang suci, yang mulia, yaitu Firman. Waktu hal-hal tersebut masuk dalam pikiran kita terus-menerus, maka kita akan melihat Allah sanggup menjadikan yang tidak ada menjadikan ada. 

6. Jangan Kecut dan Tawar hati 
Kalau kita tawar hati, lemahlah kekuatan kita, tapi kalau kita percaya, maka suatu hari kelak Allah akan memberikan jawaban kepada kita. 

7. Percaya Allah menyertai sampai selama-lamanya (Matius 10:29;Lukas 12:6) 
Coba lihat, burung pipit yang tidak ada harganya, murahnya luar biasa, itu saja diperhatikan Allah. Apa lagi kita! Kita bukan burung pipit tapi adalah biji mata Allah. Bukankah kita lebih jauh diperhatikan? Wanita Allah engkau sangat berharga di mata Allah. Orang boleh tidak memperdulikan kita, tidak memperhatkan kita, tetapi Allah kita tetap memperhatikan kita. Sungguh engkau berharga bagi-Nya.

Tuhan Yesus Memberkati Saudara dan Saya ^_^

MENYERAH KEPADA KEHENDAK-NYA

Written By Unknown on Selasa, 06 November 2012 | 08:57


TIDAKLAH salah untuk meyakini sesuatu pasti akan tercapai atau terkabul, asal saja keyakinan tersebut berasal dari "kehendak-Nya." Segala sesuatu yang sesuai dengan kehendak dan rencana-Nya, pasti mendatangkan kemuliaan Tuhan. Untuk menemukan kehendak Allah seseorang harus memahami prinsip-prinsip kebenaran Injil, sehingga mengerti kehendak Allah, apa yang baik, yang berkenan dan yang sempurna.

Berbicara mengenai iman, sering orang mendasarkan pandangannya pada Ibrani 11:1 yang berbunyi: Iman adalah dasar dari segala sesuatu yang tidak kita lihat. Sesuatu yang termuat di ayat ini sering diisi dengan bermacam-macam isian. Sesuatu itu bisa diartikan sebagai kesembuhan, jalan keluar dari problem ekonomi, sukses dalam karir atau studi, jodoh, dan lain sebagainya. Pada hal yang dimaksud dengan sesuatu tersebut adalah kota yang mempunyai dasar, yang direncanakan dan dibangun oleh Allah sendiri. Jadi kalau seseorang memiliki iman yang benar maka, ia akan menunjukkan pikiran-Nya kepada Tuhan dan Kerajaan-Nya. 

Objek iman adalah sesuatu yang rohani, yaitu Tuhan sendiri, bukan pemenuhan kebutuhan jasmani. Iman yang sejati adalah iman yang bertumpu pada keyakinan bahwa semua yang Tuhan dikehendaki untuk, dilakukan dan dialami  atau dikerjakan adalah yang terbaik. Jadi seorang yang memiliki Iman yang sejati tidak akan bersungut-sungut dalam segala keadaan, dan tidak memaksakan kehendaknya kepada Tuhan. Ia akan tetap mempercayai prbadi Allah, walaupun keadaannya tidak memuaskan hatinya tetap mempercayai Tuhan.

Iman yang sejati ditunjukkan Tuhan Yesus melalui pergumulan-Nya di taman Getsmani dengan pengakuan. Bukan kehendak-Ku yang jadi tetapi Kehendak-Mu yang jadi (Matius 26:39-44). Di sini Tuhan Yesus menunjukkan ketaatan-Nya sebagai seorang Anak. Tuhan Yesus dapat memuaskan hati Bapa oleh ketaatan-Nya tersebut. Itulah sebabnya dikatakan , bahwa Ia akan membawa iman kita kepada kesempurnaan. Kehidupan seperti inilah yang Tuhan Yesus ajarkan kepada kita agar iman kita menuju kesempurnaan (Ibrani 12:1-3). 

Hendaknya beriman kepada Tuhan tidaklah berdasarkan atas apa yang telah Allah kerjakan menurut selera atau kesukaan kita, tetapi menyerah total kepada apapun yang Tuhan kehendaki harus kita lakukan. Percaya kepada pribadi Allah berarti percaya kepada apa yang diajarkan Alkitab mengenai Dia. Oleh ajaran yang di terima orang percaya haruslah Injil yang benar bukan injil yang lain, haruslah Yesus yang benar bukan Yesus yang lain (2 Korintus 11:2-3). 


Alkitab dalam setahun: Wahyu 13-16 


Beriman kepada Tuhan bearti menyerah total kepada apapun yang Tuhan kehendaki harus kita lakukan.

 (renungan harian TRUTH)


Tuhan Yesus Memberkati Saudara dan Saya ^_^




Tentang Sharing FirTu.

KETIKA HARUS MEMILIH

Written By Unknown on Jumat, 02 November 2012 | 22:47


Jarang orang sungguh-sungguh menyadari betapa hebat kekuatan atau    kuasa sebuah pilihan (the power of choice). Ketika Adam dan Hawa memilih makan buah yang dilarang di tengah taman Eden, mereka membinasakan dirinya dan seluruh anak cucunya. Suatu dampak yang pahit dari sebuah pilihan yang keliru. 

Ketika Kain mengambil keputusan untuk membunuh Habel, ia membunuh seperempat penduduk dunia (Kej. 4:1-12). Dilihat dari suatu prosentasi suatu jumlah yang sangat besar, lebih besar dari jumlah korban perang dunia. Hal tersebut juga mengakibatkan Kain menjadi seorang terkutuk. 

Sebaliknya betapa beruntungnya ketika Nuh memilih untuk menaati Tuhan untuk membuat bahtera, Abraham keluar dari Ur-Kasdim walau ia harus mempertaruhkan masa depannya. 

Kekuatan sebuah pilihan menentukan masa depan dan kehidupan masing-masing individu. Nasib bukan di tangan siapa-siapa tetapi di tangan manusia itu sendirii. Dalam hal ini kehidupan menjadi luar biasa. Tetapi kalau manusia dipahami sebagai hidup di bawah penentuan takdir, maka hidup menjadi fatalistis, tidak menarik dan tanpa tantangan. 

Justru yang membuat hidup menjadi indah adalah kebebasan manusia menentukan nasibnya. Tentu kebebasan di sini bukan kebebasan tanpa batas, sebab setiap kita pasti sudah dikurung dalam suatu sangkar tertentu. Misalnya anda pria Manado lahir dari sebuah keluarga di kota Tomohon. Itu adalah sangkar yang tidak bisa dihindari. Tetapi apakah ia akhirnya menjadi orang Manado yang diberkati atau terkutuk itu tergantung diri sendiri.

Tuhan adalah Integritas-Nya yang tidak berubah mengawal hukum-Nya dengan kokoh dan tidak bergeser. Kekuatan pilihan akan berakibat baik menyangkut seluruh keberadaan Anda di muka bumi ini atau di kekekalan.

Anda menjadi orang yang membebani atau orang memberkati orang lain tergantung pilihan anda sendiri. Salah satu penyesatan yang sangat kuat berdampak adalah ketika seseorang menunda untuk mengambil suatu keputusan atau berfikir bahwa seluruh keberadaannya sudah ditentukan oleh takdir.

Sebuah contoh kekuatan sebuah pilihan adalah kehidupan banyak tokoh-tokoh Alkitab, seperti Abraham, Yusuf, Musa, Daud, Daniel, Sadrach, Mesach, Abednego, Yeremia, murid-murid Tuhan Yesus , Paulus, Timotius, dan banyak tokoh lain yang hikayat hidupnya bisa di baca dalam Alkitab.

Mereka adalah orang-orang yang memilih keputusan yang tepat sehingga mereka termasuk orang-orang yang sukses dalam kehidupan. Kalau pada waktu itu mereka salah mengambil suatu keputusan, maka hikayat hidup mereka tidak pernah terukir dengan tinta emas yang menjadi suri-teladan bagi banyak orang.

bacaan Alkitab setahun:Hosea 8-14

Kekuatan pilihan akan berakibat baik menyangkut seluruh keberadaan anda di muka bumi ini atau di kekekalan.



Tuhan Yesus Memberkati Saudara dan Saya ^_^

Yohana Setiani



Lahir dari Allah

Written By Menara Penjaga on Kamis, 01 November 2012 | 01:48

Kejadian 2:7 mengungkapkan cara Allah menciptakan manusia. Dari seluruh makhluk hidup yang diciptakan-Nya, hanya makhluk ini yang menerima hembusan (yippakh) nafas Allah. Tidak ada makhluk lain yang dihembus atau yippakh. Ini luar biasa, sebab dalam hembusan ini manusia menerima (nishmath khayyim), nafas hidup. Nafas hidup itu bukan sekedar nyawa kepada manusia, sebab hewan yang tidak dihembusi-Nya juga hidup sebagai makhluk yang bernyawa. Nafas hidup itu merupakan roh yang memberikan martabat kepada manusia.

Manusia fisiknya dibentuk dari debu tanah. Tetapi intinya apa yang menggerakkan fisik manusia itu dihembuskan oleh Allah. Jadi bisa dikatakan bahwa manusia pertama itu dilahirkan oleh Allah.

Kita sering takut mengucapkan seperti ini, karena takut disangka mengaku sebagai Allah. Filsafat kebatinan mengatakan bahwa manusia itu adalah peletikan atau pijaran api Allah, dan hal ini ditentang habis-habisan oleh para teolog dulu. Tetapi melihat fakta Alkitab, kita sulit untuk membantahnya, karena memang roh yang ada di dalam manusia itu keluar dari dalam diri Allah.

Perhatikan, tidak pernah ditulis dalam Alkitab bahwa roh manusia diciptakan oleh Allah. Yang diciptakan dan dibentuk-Nya adalah tubuh manusia, tetapi roh manusia tidak diciptakan; Roh itu keluar dari dalam diri Allah.

Dengan demikian bisa dikatakan bahwa Adam dilahirkan oleh Allah sendiri, seperti seorang ibu yang melahirkan anak. Anak itu keluar dari diri sang ibu, tetapi setelah dilahirkan, ia menjadi sosok individu sendiri yang terpisah dari ibunya.

Sebetulnya di Perjanjian Baru pun tercatat pernyataan bahwa kita adalah keturunan Allah. Seperti yang diungkapkan dalam khotbah Paulus di Atena berikut ini:


Kisah Para Rasul 17:28-29
Sebab di dalam Dia kita hidup, kita bergerak, kita ada,seperti yang telah juga dikatakan oleh pujangga-pujangga mu: Sebab kita ini dari keturunan Allah juga. Karena kita berasal dari keturunan Allah, kita tidak boleh berpikir, bahwa keadaan ilahi sama seperti emas, perak atau batu, ciptaan kesenian dan keahlian manusia.

Dan penulis surat kepada orang Ibrani juga menyatakan bahwa Tuhan Semesta Alam adalah Bapa segala roh.

Ibrani 12:9
Selanjutnya: dari ayah kita yang sebenarnya kita beroleh ganjaran, dan mereka hormati; kalau demikian bukankah kita harus lebih taat kepada Bapa segala roh, supaya kita boleh hidup?

Jadi sebutan anak untuk kita dan panggilan Bapa untuk Tuhan itu bukan basa-basi. Kalau kita diadopsi oleh seseorang dan kemudian kita memanggilnya "Ayah," itu sesungguhnya dikarenakan status saja, yang disahkan dengan dengan selembar kertas adopsi. Tetapi kalau kita memanggil Allah sebagai Bapa, itu bukan sekedar status, tetapi memang kenyataannya manusia dilahirkan oleh Allah.

Karena manusia adalah anak-anak Allah, maka manusia memiliki unsur-unsur yang ada pada sang pencipta. Oleh karena itulah, manusia dikatakan segambar dan serupa Allah. Kita memiliki gambar-Nya, Imago Dei.
Seperti seorang anak memiliki DNA-nya orang tuanya, demikian pula manusia semestinya mewarisi DNA-nya Tuhan. Tapi kalau kita lihat manusia hari ini - atau kita lihat hidup kita sendiri-sulit bagi kita untuk percaya kalau kita ini anak-anak Allah.



Tuhan Yesus Memberkati Saudara dan Saya ^_^
Yohana Setiani




 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger