"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label MUI. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label MUI. Tampilkan semua postingan

Kritik MUI terhadap tayangan televisi dikritik warga

Written By Menara Penjaga on Kamis, 01 Agustus 2013 | 11:39


INDONESIA, Jakarta (MP) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) mengkritik keras tayangan televisi yang disiarkan pada saat Ramadhan dan tidak sesuai dengan nilai-nilai yang dikandung dalam hari raya umat Islam ini.

Menanggapi hal tersebut, komisoner Komisi Penyiaran Indonesia (KPI) Idi Muzayyad mengomentari, "Semestinya tim kreatif stasiun TV tetap menjaga kreativitasnya dengan membuat tayangan yang menghibur juga sarat pengajaran. 

"Buktinya ada stasiun TV dan banyak tayangan sarat nilai juga menghibur yang tetap disukai pemirsa. Ini tantangan tersendiri bagi tim kreatif terutama untuk menyajikan tayangan Ramadhan yang tetap bermartabat sekaligus disukai masyarakat."

Namun tak hanya KPI yang memberi tanggapan, warga masyarakat juga.

“Saya menganjurkan pada MUI dan KPI, kalau mau menertibkan semua pihak televisi itu bukan diwaktu tayangan Ramadhan saja tapi tayangan-tayangan lainnya pun harus mencerminkan Tatakrama budaya timur sebagai cermin negeri kita,” demikian tulis warga dengan akun facebook Gundala Gumanti yang mengikuti berita di Metronews.com. Menurutnya selama ini MUI dan KPI “cuma gertak sambel doang...”

Gumanti berpendapat bahwa tayangan televisi “tidak bisa dijadikan panutan/contoh bagi masyarakat, sebaliknya malah bersifat membujuk dan mempengaruhi masyarakat, mulai dari soal bicara, berpakaian/busana, dan permainannya.”

“Kami sebagai rakyat juga menilai kinerja kalian...” ungkapnya mengomentari.


Tapi selain mengkritik MUI juga memberikan pujian bagi beberapa stasiun TV yang tayangan Ramadhannya sarat nilai dan pembelajaran agama yakni Metro TV, TV One, dan Kompas TV. (Metronews)

MUI mengecam bupati yang nikah cerai dalam empat hari

Written By Menara Penjaga on Kamis, 06 Desember 2012 | 08:20

Pasangan baru (nikah-cerai)
(foto: detikNews).
INDONESIA, Jakarta (detikNews) -- Bupati Garut Aceng HM Fikri (40) yang menikahi secara siri Fany Octora (18) hanya 4 hari lalu menceraikannya lewat SMS, ramai diperbincangkan. Atas perbuatannya, Majelis Ulama Indonesia (MUI) menilai Aceng telah melakukan perbuatan pelecehan agama.

"Dalam agama Islam, perkawinan itu sedapat mungkin tidak boleh dipisahkan, harus dibimbing menjadi keluarga sakinah, mawaddah dan warrahmah. Jadi Bupati itu melecehkan agama kalau hanya nikah 4 hari lalu menceraikan sang perempuan. Itu melanggar etika," ujar Ketua MUI, Amidhan saat berbincang dengan detikcom, Rabu (5/12/2012).

Amidhan mengatakan, dalam agama Islam pernikahan siri memang tidak dilarang. Namun, dalam Alquran ditegaskan bahwa pernikahan itu harus diupayakan untuk harmonis dan bertahan.

"Dalam surat Ar Rum ayat 25, perkawinan itu diupayakan agar langgeng, menjadi keluarga yang sakinah, mawaddah dan warrarhmah. Jadi dia dianggap mempermainkan agama," tegas Amidhan.

Terlebih, lanjut Amidhan, Aceng merupakan pemimpin daerah. Maka Aceng harus bisa memberikan tauladan yang baik bagi warganya.

"Pernikahan siri memang banyak terjadi di Indonesia, tapi seharusnya pejabat publik jangan begini. Dia kan pemimpin, harus menjadi tauladan dan harus memberi contoh yang baik. Sementara dia melanggar," ucapnya.

-------

Setuju dengan MUI.

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger