"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Gospel for Asia. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Gospel for Asia. Tampilkan semua postingan

Lima perempuan diserang ketika membagikan kabar baik: Kami bersukacita dalam Tuhan

Written By Menara Penjaga on Selasa, 30 Juli 2013 | 08:59

Lima penginjil perempuan yang memiliki semangat
para rasul Kristus (foto: GFA). 
INDIA, Andhra Pradesh (MP) – Lima orang perempuan yang tergabung dalam organisasi Gospel for Asia (Injil untuk Asia) diserang ketika membagikan kabar baik Kristus di negara bagian Andhra Pradesh, India, Rabu, 25 Juli 2013, demikian dilansir situs organisasi GFA.

Bansari, Jaladhi, Kuyil, Sunita dan Viveka pada pagi menjelang siang mengunjungi pasar yang terletak sekitar empat mil (kl. 6,4 km) dari kantor administrasi GFA di mana mereka melayani.

Mereka telah secara rutin berupaya menjangkau masyarakatnya dengan berbagai cara, termasuk mendoakan orang sakit, pengorganisasian program pemuda dan memimpin kelompok persekutuan wanita, yang menyediakan kelas belajar membaca dan pelatihan keterampilan lainnya.

Sementara mereka menawarkan literatur kepada pemilik toko dan orang-orang di pasar itu, seorang pemuda bertanya kepada Jaladhi tentang kegiatan apa yang mereka sedang lakukan. Ketika Jaladhi mengatakan bahwa mereka berbagi kabar tentang Yesus, pemuda tersebut menampar wajahnya.

Sewaktu Sunita, Viveka dan Bansari bergegas menuju ke Jaladhi, pria itu juga menyerang mereka dengan memukul berulang kali. Sementara itu, Kuyil, yang ada di sisi lain di pasar itu dapat melalui lima orang laki-laki yang telah mengitarinya.

Para pengunjung pasar melihat situasi itu tapi tidak melakukan apa pun untuk menghentikan serangan.

Para pekabar Injil perempuan ini merasakan sakit dan mengalami bengkak pada gendang telinga dan leher mereka, tetapi tidak ada luka serius. Mereka segera melaporkan kejadian tersebut kepada pemimpin mereka setelah kembali ke kantor GFA.

Mereka mengatakan mereka sangat senang bahwa nama Allah akan dimuliakan melalui penderitaan mereka.

"Kami bersukacita dalam Tuhan, meskipun dipukuli," kata Bansari. "Semoga Tuhan mengubah hati mereka."(+)

Banjir di India, "Kita tidak boleh hanya merasa kasihan, tapi kita juga harus bertindak" (up-dated)

Written By Menara Penjaga on Selasa, 25 Juni 2013 | 03:21

Seorang peziarah yang membawa seorang anak diselamatkan
dengan menggunakan tali (foto: Deccan Chronicle).

INDIA, Uttarakhand (MP) – Curah hujan yang sangat tinggi telah menimbulkan bencana banjir besar di India. Jumlah korban tewas menurut pemerintah Uttarakhand telah lebih dari 1000 orang, mengoreksi jumlah 557 yang disebut menteri informasi dan penyiaran Manish Tewari, demikian dilansir Deccan Chronicle (DC).

Hujan lebat selama empat hari memicu banjir dan tanah longsor di negara bagian ini termasuk wilayah Nepal.

Musim hujan datang lebih awal sehingga wilayah itu "sangat" tidak siap menghadapinya, demikian pernyataan dari Gospel for Asia (GFA), organisasi Kristen yang saat ini sedang berupaya untuk membantu masyarakat korban banjir.

GFA mengupayakan penyediaan air bersih dan makanan kepada para korban banjir akibat curah hujan yang disebut terberat di India dalam 60 tahun terakhir.

Organisasi telah menjangkau masyarakat di zona pinggiran bencana dan sedang menunggu lampu hijau dari pemerintah India untuk memasuki daerah yang paling parah.

DC melaporkan tentang sejumlah peziarah yang berhasil diselamatkan. Mereka telah tidak makan selama hampir seminggu. 

"Penderitaan ini membuat hati kami perih, karena kita tahu bahwa Allah mengasihi kita semua," kata K. P. Yohannan, pendiri dan presiden GFA. "Kita tidak boleh hanya merasa kasihan, tapi kita juga harus bertindak untuk meringankan penderitaan di mana pun kita menemukannya."

Seorang gembala di Saharanpur mengutarakan kepada pekerja GFA tentang tangisan orang-orang saat mereka menyaksikan rumah-rumah mereka hanyut dibawa air. GFA belum mampu menghubungi beberapa personilnya yang tinggal di daerah yang paling parah karena aliran listrik mati.

Di Nepal, setidaknya 39 orang tewas dan laporan lapangan GFA menyebutkan bahwa jumlah pengungsi lebih dari 2.000 orang.

"Berdoalah untuk menyelamatkan yang hilang dan terdampar dan supaya Allah akan memulihkan cuaca yang baik di daerah ini," kata Yohannan. "Dalam nama Tuhan, kita harus berdoa dan menanggapi situasi ini."

Donasi untuk bantuan bencana di India dan Nepal, silahkan klik www.gfa.org/flood/northindia/

(CT/MP)


Simpati dari umat Muslim
Hari Sabtu lalu komunitas Muslim di Surat menunjukkan simpati atas bencana ini dengan mengadakan doa bersama bagi para korban banjir. 

(foto: Deccan Chronicle)

Sebuah kuil di Kedarnath bersama bangunan lainnya tampak rusak parah setelah hujan deras yang menyebabkan banjir bandang menimpa Uttarakhand. 
(foto: Deccan Chronicle)
-------
KOMPAS.com (29 Juni 2013) -- Korban tewas banjir di Negara Bagian Uttarakhand, India mencapai 10.000 orang. Data dari dewan perwakilan rakyat setempat ini mengemuka dalam warta AP pada Sabtu (29/6/2013). 
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger