"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Billy Graham. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Billy Graham. Tampilkan semua postingan

Pdt. Billy Graham: Dosa adalah penyakit dalam hati manusia; Allah dapat memperbarui

Written By Menara Penjaga on Sabtu, 09 November 2013 | 22:37


AMERIKA SERIKAT, North Carolina (MP) --- Pekabar Injil terkenal Billy Graham memperingati ulang tahunnya yang ke-95 (7 Nov. '13) dengan menyampaikan sebuah pesan lewat program yang diberi judul The Cross (Salib [Kristus]).

“Saya ingin memberitahu orang-orang tentang arti salib...salib Kristus yang sesungguhnya,” ungkapnya. “Saya tahu banyak yang akan bereaksi terhadap pesan ini, tapi ini adalah kebenaran dan dengan sepenuh hati saya, saya ingin menyampaikan kebenaran itu pada kalian.”

Dalam program yang ia katakan sebagai “pesan terakhir” untuk rakyat Amerika Serikat (AS) itu, pekabar Injil ini mengingatkan tentang “penyakit” dosa dan mengajak para pemirsa untuk memberi diri pada karya penyelamatan Allah lewat Yesus Kristus (Isa al-Masih).

“Salib itu menyinggung perasaan, karena [salib] secara langsung menolak kejahatan yang menguasai bagitu banyak dunia ini,” ungkapnya.

“Dosa adalah penyakit dalam hati manusia. [Dosa] berdampak pada pikiran, kehendak, dan emosi. Setiap bagian dari keberadaan kita dipengaruhi oleh penyakit ini,” ungkapnya lagi.

Dan ia menekankan bahwa Allah dapat memperbarui roh kita dan bahwa “tidak ada jalan lain untuk keselamatan kecuali melalui salib Kristus.”

Dalam video yang turut memuat khotbahnya di masa lalu, ia mengajak pendengar untuk datang pada Kristus lewat pertobatan dan iman.

“Pertobatan berarti mengubah...mengubah cara hidupmu. Berbalik dari dosa-dosamu dan memandang pada Yesus Kristus, dan mengatakan, 'Saya seorang berdosa. Saya butuh pengampunan. Dan aku tahu Engkaulah satu-satunya yang dapat mengubahkanku',” jelasnya.

Cuplikan program ini turut memuat koreografi salib dan kisah pertobatan dua penyanyi muda, Lacey Sturm dan Lecrae Moore.

Keduanya melewati masa lalu yang kelam, namun hidup mereka diubahkan ketika mereka menyerahkan hidup mereka kepada Tuhan.  




Franklin Graham: Penghakiman Allah atas Amerika jika mendukung aborsi dan pernikahan sejenis

Written By Menara Penjaga on Jumat, 05 Oktober 2012 | 01:48

Penginjil Franklin Graham
(foto: BGEA)
AMERIKA SERIKAT, Washington (4/10/12). 
 
Franklin Graham, putra dari penginjil terkenal Billy Graham, mendesak orang Kristen di AS untuk memilih kandidat presiden yang menentang pernikahan sesama jenis dan pembunuhan janin bayi, dan mengatakan bahwa Amerika akan segera mengalami "penghakiman Allah" jika Amerika mendukung kedua hal tersebut.
 
Dalam sebuah surat pastoral yang semakin populer di Facebook, Graham menulis, "roh antikristus semakin mendapatkan kekuatan dalam masyarakat Amerika dan hal itu nyata terlihat disekeliling kita." Surat yang berjudul "Bangsa Kita Telah Kehilangan Jalan-Nya"  itu telah dibagi oleh lebih dari 4.800 [jam ini 5.700] orang di Facebook.
 
"Sudahkah Anda menentukan pilihan? Sebaiknya Anda sudah!" tulis Graham pada 27 September di situs Billy Graham Evangelistic Association. "Sekarang adalah waktu bagi orang-orang beriman untuk menjunjung tinggi standar Alkitab dan inilah saatnya bagi kita untuk menjunjung kebebasan kita untuk hidup sesuai standar-standar Kristen.
 
"Kita perlu memilih pemimpin yang percaya kesucian hidup dan yang memperjuangkan hakikat sebuah pernikahan yang Allah rancangkan yaitu pernikahan antara seorang pria dan seorang wanita," ungkapnya.
 
Franklin Graham mengindikasikan bahwa posisi seorang presiden pada isu-isu budaya ini adalah lebih penting daripada apakah dia dari partai Demokrat atau Republik.
 
"Saya tidak akan dan tidak dapat memilih calon presiden yang mendukung pernikahan sesama jenis dan aborsi. Allah akan menghakimi bangsa kita jika kita terus menyusuri jalan ini," kata penginjil ini.
 
Dia menambahkan bahwa ayahnya Billy Graham juga memilih untuk "berdiri teguh pada nilai-nilai Alkitabiah."
 
Penginjil ini menjelaskan perbedaan antara kedua calon presiden Amerika Serikat saat ini. Calon presiden yang satu sangat berpihak kepada kesucian hidup dan konsep hakiki yang alkitabiah dari suatu pernikahan yaitu antara seorang pria dan seorang wanita, sementara presiden saat ini yang akan berupaya mempertahankan kedudukannya mendukung aborsi dan pernikahan sesama jenis yang bertentangan dengan Alkitab.
 
Franklin Graham juga mengakui bahwa ia tidak bisa mengabaikan langkah kontroversial  para delegasi partai Demokrat dalam Konvensi Nasionalnya yang diadakan baru-baru ini yang menghapuskan penyebutan kata Tuhan dan Yerusalem dari platform mereka. Meskipun pada akhirnya penyebutan Tuhan kemudian ditambahkan kembali ke konvensi setelah mendapat kritikan luas. Namun mayoritas yang memilih "tidak" sangat meninggalkan kesan pada Graham.
 
"Saya menyaksikan dengan ngeri dan sangat tidak percaya karena sebagian besar dengan suara gemuruh yang memekakkan telinga menolak penyebutan Tuhan," katanya.
 
Bulan lalu, pemimpin megachurch, Rick Warren mengatakan kepada anggota gerejanya bahwa mereka seharusnya memilih sesuai dengan pandangan Kristiani, yang meliputi perlindungan terhadap janin dan bayi, serta melihat seks sebagai hal yang suci, dan melindungi pernikahan sesuai tradisi yang ada.
 
"Jika Anda menyebut diri Anda seorang Kristen, Anda perlu untuk satu barisan dengan apa yang dikatakan Tuhan akan ketiga hal ini," katanya dalam sebuah khotbah.
 
Penginjil Graham turut mengingatkan bahwa pemilihan umum dan politik adalah hal yang sementara saja. "Pemilihan itu penting, tetapi 'kewarga-[negaraan] kita adalah di dalam surga (Filipi 3:20)'. Perubahan yang kekal sifatnya tidak datang dari politik tapi dari kekuatan Injil," ungkapnya.
 
Dalam pengharapan injili Gereja berpartisipasi, menggarami dan terus berefleksi dalam konteks politik dan kewarganegaraan yang sangat jauh dari sempurna. Karena ketika yang sempura itu tiba, yang tidak sempurna akan lenyap. (Jawaban.com/CP/BGEA/MP)

Surat Billy Graham: Jika Allah tidak menghukum Amerika...

Written By Menara Penjaga on Senin, 30 Juli 2012 | 21:03

Pdt. Billy Graham (foto:urbanchristiannews)
USA (Christian Post, 26/7/12)
Pdt. Billy Graham menulis sebuah surat-doa baru-baru ini di alamat web-nya untuk masyarakat Amerika yang mengatakan bahwa ia sangat kuatir tentang bagaimana Tuhan memandang kerusakan yang diakibatkan oleh gaya hidup orang-orang di Amerika.

Penginjil terkenal dari North Carolina,USA, ini memulai suratnya itu dengan sebuah kejadian beberapa tahun yang lalu ketika istrinya, Ruth, masih hidup. Waktu itu Ruth mengatakan “Jika Allah tidak menghukum Amerika, Ia harus meminta maaf pada Sodom dan Gomora,” yaitu dua kota dalam Perjanjian Lama yang dihancurkan Allah oleh karena dosa yang dilakukan penduduknya.

"Aku bertanya-tanya apa yang Ruth pikirkan tentang Amerika jika dia masih hidup hari ini. Sejak waktu ia membuat pernyataan itu, jutaan bayi telah dibunuh (aborsi) dan sebagian besar orang tampaknya tidak peduli. Kesenangan yang berpusat pada diri sendiri, kesombongan, dan kurangnya rasa malu atas dosa sekarang menjadi lambang gaya hidup Amerika," ungkapnya.

Pendeta yang telah berumur 93 tahun ini pun menunjukkan berbagai kejadian baru-baru ini yang menunjukkan bagaimana masyarakat dan pemerintah Amerika secara keseluruhan mengecilkan orang-orang Kristen – termasuk kejadian di mana para pendeta yang melayani di kepolisian disuruh untuk tidak lagi mengatakan namaYesus dalam doa mereka.

"Masyarakat kita berusaha untuk menghindari kemungkinan menyinggung siapapun –kecuali Allah," katanya. "Namun semakin kita menjauh dari Allah, semakin dunia menjadi tak terkendali."

"Hatiku sakit untuk Amerika dan orang-orangnya yang tersesat," lanjut Pdt. Graham. "Berita yang luar biasa adalah bahwa Tuhan kita adalah Allah rahmani, dan ia mendengar pertobatan. Pada waktu Yunus, Niniwe adalah satu-satunya negara adidaya, tidak peduli, dan egois. Ketika Nabi Yunus pada akhirnya pergi ke Niniwe dan menyatakan peringatan Allah, orang mendengar dan bertobat."

Walapun dengan kondisi kritis Amerika yang ia lihat saat ini, Pdt. Billy Graham masih memandang harapan di masa depan. Ia percaya bahwa orang-orang masih memiliki kesempatan untuk bertobat dan mengubah cara hidup mereka. Berbagi tentang rencana kedepan untuk pelayanan, ia mengungkapkan tentang sebuah kegiatan penginjilan yang akan dikerjakan oleh anaknya, Franklin Graham, yang disebut “Harapanku bersama Billy Graham.” Even ini ditujukan untuk menyampaikan berita Injil di seluruh Amerika pada tahun depan.

“Kami bekerja bersama-sama dengan gereja-gereja setempat,dan gereja-gereja tersebut telah melaporkan jutaan orang membuat keputusan untuk Kristus yang mengubah hidup mereka. Melakukan penjangkauan lewat pekabaran Injil ini di seluruh Amerika merupakan pekerjaan yang sangat besar, tapi dalam roh saya tahu bahwa Allah telah memanggil kita untuk melakukannya, dan saya berdoa Ia akanmenggerakkan hatimu untuk bergabung dengan kami dalam doa dan dukungan,” ungkapnya. Pelayanan mereka telahmencapai lebih dari 50 negara di seluruh dunia. (MP)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger