"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Bali. Tampilkan semua postingan

Konferensi Perdamaian Indonesia di Denpasar, Bali: Pemuda lintas agama serukan sumpah perdamaian Indonesia

Written By Menara Penjaga on Senin, 28 Oktober 2013 | 10:07

(foto: usemayjourney)

INDONESIA, Denpasar (KBR68H) -- Pemuda lintas agama di Indonesia menyerukan perlunya sumpah perdamaian dalam upaya mencegah berbagai konflik. 

Seruan tersebut disampaikan pemuda lintas agama dari berbagai daerah dalam pembukaan Konferensi Perdamaian Indonesia (KPI) yang dilaksanakan di Denpasar, Bali. 


Ketua Panitia KPI, Ida Bagus Angga Purana Pidada, mengatakan, sudah saatnya sumpah perdamaian dikumandangkan untuk meredam konflik di Indonesia, mengingat sikap pemerintah yang terkesan lamban dalam menyelesaikan konflik yang terjadi di tanah air.

“Jadi desakan dari pemuda [supaya] pemerintah secara bersungguh-sungguh dalam memperhatikan kondisi itu, jadi tidak hanya menutup sebelah mata, kemarin misalnya ketika ada konflik di Lampung, kemudian terulang kembali terjadi karena kita merasa memang masih minim perhatian pemerintah untuk menyelesaikan itu,” ujar Ida Bagus di Bali (25/10).

Ida Bagus berharap pemuda yang ada di daerah menjadi inspirasi dan membantu pemerintah dalam upaya meredam konflik dan menciptakan perdamaian. 


KPI yang diikuti sekitar 500-an pemuda lintas agama dari berbagai daerah akan menyusun rencana aksi pemuda, dengan tujuan meredam konflik di masing-masing daerah. []


Penulis: Muliarthe
Judul: Pemuda lintas agama serukan sumpah perdamaian Indonesia
26 Oktober 2013
Tulisan ini telah disesuaikan.

Miss World 2013: Beranjak dari neo-kolonialisme

Written By Menara Penjaga on Senin, 09 September 2013 | 23:43

Para peserta kontes kecantikan sedunia 2013 di Bali mengenakan pakaian adat dari seluruh penjuru Nusantara (foto: sulutdaily).
INDONESIA, Bali (MP) – Para penggiat kontes kecantikan, termasuk para peserta, nampak mulai memahami bahwa kontes kecantikan tak harus menjadi alat neo-kolonialisme budaya yang mempropagandakan satu bentuk persepsi budaya.

Hal ini nampak dari pelaksanaan Miss World 2013 di Bali yang diikuti oleh 130 peserta. 

Pelaksanaan iven pemilihan ratu kecantikan sedunia ini memang telah lama melekat dengan imej ratu Vhasti yang menyerah pada tuntutan para juri.

Baru di Indonesia para ratu Vhasti tampak simpatik, pintar, dan mempesona.

Warna-warni pakaian adat yang mewakili daerah-daerah di Indonesia menunjukkan bahwa kecantikan itu justru nampak dalam kepribadian, kepintaran emosional dan budaya, termasuk senyum; bukan pada minimnya pakaian yang menutup tubuh seorang perempuan.

Perubahan imej kontes kecantikan yang diselenggarakan di Bali ini erat terkait dengan aspirasi masyarakat. 

Penolakan terhadap kegiatan ini datang dari sejumlah ormas Muslim yang menilai bahwa kontes ini akan menjadi ajang mengumbar aurat.

Tapi kepekaan budaya panitia pelaksana dalam koordinasi dengan pemerintah dapat diapresiasi.

Acara pembukaan yang dilaksanakan di Nusa Dua diisi dengan lagu-lagu Indonesia dan pakaian adat wanita dari seluruh penjuru Nusantara.

Menteri Koordinator Bidang Kesejahteraan Rakyat, Agung Laksono, menjelaskan bahwa penyelenggaraan kontes ini telah disesuaikan dengan norma dan kebudayaan serta adat istiadat Indonesia, termasuk kepentingan kemajuan pariwisata Indonesia.

Detiknews menulis “Para Miss World, mengaku senang bisa menggunakan pakaian adat asal Indonesia, selain penuh warna, detail desain pakaian adat Indonesia ternyata unik dan begitu mencerminkan kecantikan Indonesia, seperti yang diakui oleh Miss World Kamerun Denise Ayena.” []
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger