"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Yubelium. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Yubelium. Tampilkan semua postingan

Selamat Natal: Menyambut tahun baru MP berubah menjadi www.yubelium.com

Written By Menara Penjaga on Rabu, 25 Desember 2013 | 05:01

Logo www.yubelium.com
Di hari-hari penuh sukacita iman ini, perkenankan kami mengucapkan Selamat Natal buat saudara-saudari yang telah menopang dan memotivasi Menara Penjaga sebagai outlet berita dan informasi Kristen di sepanjang tahun 2013. Kiranya damai Natal menjadi bagian kita sekalian dalam menyambut tahun rahmat Tuhan 2014.

Memasuki tahun yang baru ini, blog-magazine Menara Penjaga telah memiliki nama baru yaitu Yubelium.com. Kami mohon topangan dan dukungan dari saudara-saudari supaya kelanjutan pelayanan ini dapat terlaksana dengan sukses bagi kemuliaan nama Tuhan.

Kami mengundang saudara-saudari untuk mendukung kami dengan me-”like” page Facebook baru kami https://www.facebook.com/infoyubelium. Kunjungi juga alamat web www.yubelium.com dan alamat twitter di @infoyubelium.

Yubelium berarti “tahun pembebasan.” Makna ini terlihat pada logo Yubelium.com dengan gambar seorang manusia dengan dua tangan terangkat ke atas melambangkan kebebasan sejati dan tahun rahmat Tuhan. Warna merah dan salib melambangkan pengorbanan Kristus dan darah para martir sejak abad permulaan gereja.

Tuhan kiranya memberkati perayaan hari sukacita ini dengan kasih yang tak pernah habis dibagikan.


Salam Natal,
Ray Maleke

Presiden Yudhoyono : Gereja Katolik Manggarai menjaga nilai budaya dan kearifan lokal

Written By Ray Maleke on Minggu, 21 Oktober 2012 | 06:26

INDONESIA, Ruteng (20 Oktober 2012).

Sukacita umat Katolik Keuskupan Ruteng merayakan Yubileum 100 Tahun Gereja Katolik di Manggarai wajib disyukuri. Pemerintah RI mengucapkan selamat satu abad semoga gereja terus berperan dan berkontribusi membangun kehidupan yang religius, mencerdaskan kehidupan daerah, NTT dan bangsa.

"Saya nilai amat tepat, kita semua peringati satu abad kehadiran Gereja Katolik di Manggarai ini. Tepat, karena nilai sejarahnya. Kontribusi gereja di Manggarai bagi umat Katolik, masyarakat luas, bangsa dan negara," kata Presiden Susilo Bambang Yudhoyono (SBY), dalam sambutan perayaan Yubileum 100 Tahun Gereja Katolik Manggarai, di Lapangan Motang Rua, Ruteng, Jumat (19/10/2012) pagi.

Presiden SBY menegaskan, kontribusi Gereja Katolik perlu dicatat. Gereja sudah lama, secara tekun dan berlanjut memberikan bimbingan dan pendidikan kepada umat Katolik. Pendidikan dan kegiatan sosial untuk masyarakat luas serta berkontribusi membangun, menjaga kerukunan dan toleransi beragama.

"Saya ingin garisbawahi, sejarah menunjukkan bahwa pemimpin Agama [Kristen] Katolik, gereja di Manggarai sudah benar-benar mengembangkan kehidupan keagamaan tanpa meninggalkan nilai budaya dan kearifan lokalnya, jati diri sebagai bangsa Indonesia," ujarnya.

Presiden SBY mengatakan, "Harapan saya kepada pemimpin dan umat Katolik khususnya, dan pemimpin serta umat agama lainnya bahwa ke depan peran pemimpin agama amat penting. Indonesia berada dalam proses perubahan yang besar (transformasi). Kita melakukan transformasi menuju Indonesia yang maju di abad 21. Indonesia juga terus meningkatkan kualitas manusianya agar kita sungguh punya manusia Indonesia karakter unggul dan maju."

Menurut SBY, agenda besar bangsa ini meningkatkan dan menjaga persaudaraan, harmoni, hidup rukun, toleransi dan sikap hormat. Untuk menyukseskan agenda tersebut, pemuka agama punya peran yang amat penting.
"Pesan saya kepada pemuka agama di seluruh Indonesia terus bimbing umat dan jemaat untuk menjalankan ajaran dengan benar. Dan, teruslah menjadi contoh dalam sikap, tutur kata dan tindakan yang sejuk. Berikan teladan dan kepemimpinan dalam menyelesakan setiap perselisihan. Sekali-kali, kita sebagai manusia, hampir terjadi perselisihan. Cari solusi dan memimpin selesaikan soal secara damai. Jauhi kekerasan dalam bentuk apapun," tegas Presiden SBY.

Kehadiran Presiden SBY di Ruteng mendapat apresiasi bagus dari masyarakat. Persaudaran, keakraban tampak kental dalam perayaan yang dihadiri sekitar 6.000 orang warga Kota Ruteng yang berjubel memenuhi Lapangan Motang Rua. Seluruh area dalam lapangan di jantung kota itu disesaki manusia. Pria, wanita, anak-anak dari berbagai latar belakang dan status sosial ingin menyaksikan langsung Presiden SBY.

Tujuh orang uskup, puluhan imam, suster, Menteri Pertahanan, Purnomo Yusgiantoro, Menteri Pendidikan Nasional, Muhamad Nuh, Menteri Kesehatan, dr. Nafsiah Mboi, MPH, Manter Pariwisata dan Ekonomi Kreatif, Mari Elka Pangestu, Kapolri Jenderal Polisi Timur Pradopo Panglima TNI, Laksamana Agus Suhartono, Gubernur dan Wagub NTT, Drs. Frans Lebu Raya dan Ir. Esthon Foenay, Bupati dan Wabup Manggarai, Drs.Christian Rotok, dan Dr. Deno Kamelus, S.H,M.H, mantan Gubenur NTT, dr. Ben Mboi, pejabat militer, sipil dari luar NTT dan dalam daerah sekitarnya. (PosKupang via Kabar Gereja)
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger