"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Nick Vujicic. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Nick Vujicic. Tampilkan semua postingan

Nick Vujicic mengajak anggota Kongres Paraguay untuk berlutut dan berdoa

Written By Menara Penjaga on Selasa, 22 Oktober 2013 | 10:25


PARAGUAY, Asucion (MP) -- Motivator internasional Nick Vujicic sedang berada di tengah turnya di Amerika Selatan untuk membagikan kisahnya yang lahir tanpa tangan dan kaki, serta bagaimana iman mengubahkan hidupnya.

Dalam kesempatan itu, Kongres Paraguay mengundangnya untuk berbicara dalam salah satu pertemuan rutin mereka.

Nick, yang 'berdiri' di atas meja di ruang kongres itu, mengajak para anggota untuk berdoa.

"Saya mengajak Anda untuk saat ini berlutut di hadapan Tuhan dan mari kita berdoa," kata Nick, seperti yang ditunjukkan dalam video.




"Tuhan, kami berterima kasih untuk kongres ini,” demikian awal doa yang dibawakannya dalam bahasa Inggris dan diterjemahkan ke dalam bahasa Spanyol

"Tuhan, kami berterima kasih atas masa depan negara ini, kami serahkan Paraguay ke tangan-Mu, ampuni dosa kami dan pulihkan negeri kami."

"Tuhan, kami berdoa untuk mujizat, supaya Engkau memimpin pemerintahan ini, berkati presiden dan semua yang membuat undang-undang. Kami mengangkat media. Kami mengangkat sistem pendidikan, kesehatan, keamanan nasional. 

"Dan terima kasih Tuhan untuk setiap bisnis. Dan kami mohon Tuhan supaya kami menjadi murni, dan tolonglah kami setiap hari untuk semakin hari menjadi orang-orang yang sesuai dengan kehendak-Mu."

Untaian doa yang disampaikannya menunjukkan keyakinan dan komitmen iman yang kokoh dalam Injil Kristus.

Sejumlah anggota kongres berlutut dan berdoa, sementara yang lain sambil duduk atau berdiri.

Sementara itu, menurut Color ABC, kantor berita lokal, ada juga anggota kongres yang mengeluh bahwa praktek itu seharusnya tidak diperbolehkan di lembaga pemerintah Paraguay yang dianggap relatif sekuler.


Menginspirasi orang muda

Selama tinggal dua hari di Paraguay, Nick juga menyelenggarakan konferensi yang bertujuan untuk menginspirasi anak muda di negara itu.

"Belum pernah aku melihat respon positif demikian dari seluruh negeri. Tuhan benar-benar ada di sini di Asuncion!" tulis Nick pada halaman Facebooknya, mengacu pada malam kedua di ibukota Paraguay di mana 12.000 membuat keputusan iman untuk menyerahkan hidup mereka kepada Kristus.

Bagian dari kesaksiannya adalah memberitahu orang muda bahwa ada pengharapan di dalam Allah, meskipun ketika merasa tak berdaya dan ingin mengakhiri hidup seperti yang ia alami dalam hidupnya.

"Ketika aku masih kecil, aku tidak punya iman. Ya, aku berdoa kepada Tuhan dan pergi ke gereja, tetapi aku mulai memiliki kepahitan terhadap Allah karena aku tidak mengerti mengapa aku dilahirkan seperti ini," kata Nick.

Kunjungannya juga termasuk diskusi dengan pers Paraguay tentang sikapnya mengenai isu pembunuhan bayi dalam kandungan (aborsi) sambil menambahkan bahwa Paraguay harus membela anak yatim dan anak-anak cacat.

"Sebuah bangsa yang menghormati Allah, akan selalu dihormati oleh Allah," kata Nick, seperti diberitakan Color ABC.

"Saya telah melihat negara-negara yang telah menghinakan Tuhan. Tuhan telah dikeluarkan dari sekolah, pemerintahan, militer, dan ketika Anda mengeluarkan Allah dari tengah-tengah bangsa, bagaimana Anda bisa mengharapkan Allah untuk melindungi bangsa ini? Semua kehidupan memiliki nilai, tidak peduli apa cacat tubuh yang Anda miliki."

Nick, yang lahir dengan sindrom Tetra-amelia, telah menulis buku inspirasional yang telah diterjemahkan ke dalam 28 bahasa yang berbeda termasuk: Life Without Limits: Inspiration for a Ridiculously Good Life and Unstoppable: The Incredible Power of Faith in Action dan Limitless: Devotions for a Ridiculously Good Life.

Dalam tur Amerika Selatan ini ia akan mengunjungi 8 negara dan 18 kota untuk berbicara di sekitar 60 konferensi. Sekitar 700.000 orang diperkirakan akan hadir sebelum November 2, 2013.



Christian Post
http://www.christianpost.com/news/nick-vujicic-asks-paraguays-congress-to-kneel-and-pray-during-parliament-session-107160/

Youtube
http://www.youtube.com/watch?v=Y_FOQ5m5fHg 

Mujizat: Tanpa tangan dan kaki Nick Vujicic tembus Vietnam

Written By Menara Penjaga on Sabtu, 13 Juli 2013 | 10:03

Nick Vujicic (foto: www.joinavantiway.com).
VIETNAM, Hanoi (MP) – Siapa yang menyangka bahwa Nick Vujicic akan menjadi motivator ulung dunia? Lahir tanpa tangan dan kaki orang yang terlalu cepat menyimpulkan akan melihatnya dengan iba atau menganggapnya sial.
Namun mengenal kepribadiannya justru akan mendatangkan rasa kagum dan ia semerta-merta muncul sebagai berkat bagi kemanusiaan.
Tapi Nick bukanlah “mujizat” yang gampang.
Tubuhnya yang kecil justru menunjukkan betapa besar jiwa yang telah menaklukkan tantangan hidupnya.
Di Vietnam ia menceritakan tentang kesulitan yang dihadapinya ketika berupaya untuk mengatasi keterbatasan fisiknya.
Namun, Nick bisa tak punya tangan dan kaki, tapi di dalam dirinya terkandung semangat yang membuatnya bisa berenang, berselancar, terjun payung; sampai menikah dan dikaruniai anak.
Dan tak berhenti di situ, ia juga adalah seorang pembawa kabar baik yang berani.
Mengatasi tantangan berat
Pemerintah Vietnam saat ini sangat tegas (kalau bukan keras) dalam mengontrol aktivitas keagamaan di negara yang berplatform komunis ini.
Bulan Januari lalu Surat Keputusan No 92 disahkan untuk mengatur batasan mengenai “khotbah” di luar fasilitas keagamaan, termasuk aktivitas keagamaan yang berasal dari luar negeri di Vietnam.
Belum lama ini kita mendengar tentang Pnt. Ngai yang meninggal dalam tahanan setelah ditahan tanpa ada tuduhan resmi. Pihak berwenang mengklaim kematiannya akibat “bunuh diri dengan menyetrum diri sendiri.”
Itu sebabnya, ijin yang diberikan pemerintah Vietnam dilihat juga sebagai “mujizat.” Namun, memang nampaknya banyak lagi mujizat yang membawa penginjil ini sampai ke negara beribukota Hanoi ini.
Salah seorang pendukung kegiatan yang dilaksanakan 22 – 26 Mei lalu itu adalah Le Phuoc Vu, seorang penganut agama Buddha yang sungguh-sungguh, juga pemimpin group bisnis Hoa Sen. Ia menggandeng First News dan Vietnam Television (VTV) untuk menghadirkan Nick.
Sumber juga mengatakan bahwa seorang penganut Katolik yang berpengaruh serta seorang pejabat Partai Komunis turut mendukung.
Menurut Solidaritas Kristen Seluruh Dunia (Christian Solidarity Worldwide), 75.000 orang menghadiri tujuh pertemuan resmi yang diadakan, tiga di antaranya ditayangkan di TV nasional Vietnam.
Di negara yang pernah diperebutkan Amerika dan Perancis ini, Nick mengisahkan pengalamannya sewaktu kecil. Tentang bagaimana ia diganggu oleh karena keadaan fisiknya; tentang sebuah percobaan bunuh diri, dan bagaimana ia mendapatkan kekuatan untuk tidak menyerah, tetap memiliki harapan dan mengejar impian.
Tentang Allah dan surga
Kegiatan ini di satu pihak merupakan bagian dari tur “Menjangkau Dunia” (World Outreach) yang ditujukan untuk “membagikan kabar baik Yesus Kristus.”
Di pihak lain, pemerintah Vietnam telah menetapkan bahwa Nick tidak boleh berbicara tentang imannya.
Pada satu malam Nick bertemu dengan seorang gadis kecil yang memiliki keterbatasan fisik, hampir mirip dengannya.
“Kau tahu mengapa aku mengasihi Allah?” kata Nick padanya, “Karena surga itu sungguh ada! Nanti ketika kita semua tiba di sana, kita akan mempunyai kaki dan tangan. Dan kita akan berlari, kita akan bermain, dan berlomba!”
Media melaporkan bahwa ucapan Nick ini membuat “para hadirin meneteskan air mata.”
Nick sempat harus mendesak penerjemahnya yang sedikit sungkan menerjemahkan ucapannya oleh sebab peringatan yang sudah diberikan pemerintah. Seorang panitia mengungkapkan bahwa ketika ia mendengar tentang “Allah” dan “surga,” ia berpikir bahwa listrik akan diputuskan. Namun, tidak terjadi.
Buku Nick yang bernuansa kekristenan pun menjadi best-seller di Vietnam.
Manis aroma Kristus
Reg Reimer, seorang penginjil yang telah bekerja di Vietnam sejak 1966 mengambil waktu untuk menulis efek dari kehadiran Nick di Vietnam dengan segala publikasi yang diterimanya. “[Nick] menekankan tujuan dalam hidup! Ia memberi contoh terbaik manis aroma Kristus yang bisa dilakukan oleh seorang Kristen.”
Kedatangan Nick membuat para pemimpin Kristen di Vietnam dilaporkan menggunakan kata phep la, yang berarti “mujizat.” (+)

Nick Vujicic berbicara di White Palace Convention Center di Ho Chi Minh City

(foto: Tuong Vy/www.saigon-gpdaily.com)

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger