"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Hak Hidup. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Hak Hidup. Tampilkan semua postingan

Perdagangan manusia dan perbudakan modern di Inggris meningkat

Written By Menara Penjaga on Jumat, 18 Oktober 2013 | 11:37

INGGRIS, London -- Jumlah kasus perdagangan manusia yang ditemukan di Inggris meningkat sebesar 25% pada tahun lalu, menurut angka pemerintah.
Perdagangan manusia dari Albania meningkat 300%, Polandia naik 148% dan Lithuania naik 171%.
Korban sering diperdagangkan untuk dieksploitasi secara seksual, melakukan pekerjaan konstruksi atau dipaksa mengemis.
Sebuah laporan baru oleh kelompok menteri-menteri antar-departemen tentang perdagangan manusia mengungkapkan bahwa 1.186 korban dirujuk ke pihak berwenang pada 2012.
Angka ini jauh lebih tinggi bila dibandingkan dengan 946 korban pada tahun 2011.
Laporan tersebut mengungkapkan jumlah terbesar korban perdagangan manusia berasal dari Nigeria, Vietnam, Albania, Rumania, dan Cina.
Para korban dibawa ke Inggris untuk melakukan berbagai pekerjaan seperti menjadi budak pekerja rumah tangga dan bekerja di ladang ganja.
Sementara para perempuan dari Eropa timur kebanyakan menjadi pelacur dan para lelaki bekerja sebagai buruh kasar di bidang konstruksi.
Perbudakan masih terus terjadi di dunia modern. Laporan "Indeks Perbudakan Global" terakhir menyebutkan Klikperbudakan paling tinggi terjadi di Mauritania. 
Inggris bermaksud untuk memperberat hukuman terhadap pelaku human trafficking. (BBC)



Facebook telah menjadi salah satu media sosial yang dimanfaatkan untuk merekrut, menargetkan korban, sekaligus memasarkan "jasa" (baca: manusia). 

Jangan menemui orang yang berkenalan di Facebook, sekalipun terkesan 'baik'. Teliti sebelum menambahkan seseorang menjadi 'teman' Anda. Hindari menaruh identitas dan alamat lengkap di profile Anda, terutama jika setting privacy Anda dapat dilihat oleh umum.


Inggris: Sukses Paralimpiade menjadi kritik terhadap aborsi anak yang akan menyandang cacat

Written By Menara Penjaga on Senin, 24 September 2012 | 09:51

 
(Kr-Kn) Anastasia Diodorova (Rusia), Fuying Jiang
(Cina), Natalie Jones (Inggris), Eleanor Simmonds
(Inggris), Verena Schott (Jerman), Oksana Khrul
(Ukraina), dan Elizabeth Johnson (Inggris) bertanding di
Aqatics Centre pada hari ke-5 (9/3) Paralimpiade London
2012  (foto: CBSNews)
 
INGGRIS, London (9/21/2012).
 
Sukses pelaksanaan kegiatan Paralimpiade, iven olahraga para penyandang cacat, mendorong lahirnya pertanyaan tentang praktek aborsi di Inggris terhadap bayi-bayi dalam kandungan yang akan menyandang cacat.
 
Peraturan di Inggris menyatakan bahwa seorang bayi dalam kandungan berumur 40 minggu dapat dimatikan jika diketahui anak itu akan menyandang cacat.
 
Dalam sebuah surat kepada The Daily Telegraph, para aktivis pembela hak hidup mengungkapkan bahwa mengakhiri kehamilan karena anak akan menyandang cacat adalah sebuah bentuk “eugenika.”
 
Yang dimaksud dengan eugenika itu sendiri adalah keyakinan bahwa kualitas hidup masyarakat akan meningkat dengan memberantas kelainan pada tampungan genetik.
 
Di dikatakan dalam surat itu bahwa “pembunuhan bayi eugenik adalah obat yang buruk.”
 
“Membunuh orang yang menyandang cacat, daripada berusaha untuk mendukung dan mempedulikan mereka, adalah bertentangan dengan prinsip-prinsip luhur dalam ilmu kedokteran.”
 
Para aktivis ini menyebutkan bahwa Paralimpiade merupakan contoh di depan mata yang menunjukkan sebuah ketidaksesuaian dengan peraturan hukum yang ada di Inggris saat ini.
 
Pada zaman awal Kekristenan, penduduk Romawi mempunyai kebiasaan menelantarkan bayi yang tidak diinginkan, terutama bayi perempuan. Orang Kristenlah yang mengambil dan membesarkan mereka. Penghargaan akan nilai kehidupan ini menjadi salah satu ciri tradisi Kristen sampai saat ini. (The Christian Institute/MP)

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger