"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Ephorus HKBP. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Ephorus HKBP. Tampilkan semua postingan

Pendeta WTP Simarmata MA Ephorus HKBP 2012-2016

Written By Menara Penjaga on Jumat, 14 September 2012 | 23:21

Pdt. WTP Simamarta MA, Ephorus HKBP
2012-2016 (foto: metrosiantar)
INDONESIA, Taput (Metro Siantar).
Pendeta Willem Tumpal Pandapotan (WTP) Simarmata MA akhirnya terpilih menjadi Ephorus Huria Kristen Batak Protestan (HKBP) periode 2012-2016, dengan meraih 697 suara dari 1.350 pemilih, Kamis (13/9). Sesuai jadwal, pelantikan Ephorus terpilih dan pucuk pimpinan HKBP lainnya akan digelar Minggu (16/9) di HKBP Pearaja, Tarutung.
Hasil perhitungan suara pemilihan Ephorus HKBP di Auditorium HKBP Sipoholon Kabupaten Taput ini sepertinya tidak jauh berbeda dengan hasil sinode distrik yang menjaring nama-nama calon ephorus. Pada sinode distrik lalu, Pdt WTP Simarmata meraih dukungan terbanyak, disusul nama Pdt Binsar Nainggolan, kemudian Pdt Ramlan Hutahaean, Nelson Siregar, dan terakhir Pdt David Sibuea.
Dalam perhitungan suara pemilihan Ephorus HKBP, Pdt WTP Simarmata yang juga mantan Sekretaris Jendral HKBP mendapatkan suara terbanyak pertama dengan jumlah 697 suara. Di posisi kedua Pdt Binsar Nainggolan meraup 394 suara. Disusul di posisi ketiga Pdt Ramlan Hutahaean sebanyak 176 suara. Kemudian Pdt Nelson Siregar mendapatkan 58 suara, dan terakhir Pdt David Sibuea meraih 25 suara.
Usai penghitungan suara, Pdt WTP Simarmata tampak sibuk meladeni ucapan selamat dari para peserta Sinode Godang. Di sela-sela menerima ucapan selamat, WTP Simarmata yang ditanya wartawan tentang banyaknya larangan pembangunan gereja dan larangan beribadah, mengaku prihatin.
“Kami pun memiliki keprihatinan yang mendalam atas apa yang dialami gereja penjuru tanah air. Nah, kami akan lihat dulu, apakah memang itu karena tidak diberi izin atau ada hal-hal yang lain,” katanya. Diutarakannya, semua warga negara Indonesia memiliki kebebasan beragama dan menjalankan ibadahnya sesuai dengan agamanya masing-masing. Kedepan, katanya, pimpinan HKBP akan tetap melanjutkan program pimpinan HKBP yang lama dan tetap menghargai perbedaan dengan umat lain.
“Kita sebagai warga HKBP harus hadir sebagai perekat di tengah-tengah kehidupan. Mengenai Surat Keputusan Bersama tiga menteri tentang pembagunan rumah ibadah, menurut saya banyak hal yang sebetulnya perlu dibicarakan tentang itu. SKB perlu mendapatkan pemikiran ulang. Sebab ada hal-hal yang sebetulnya tidak perlu diatur seperti itu. Karena sebetulnya soal kerukunan tidak perlu diatur lagi. Kerukunan sudah ada dalam diri warga, bangsa dan masyarakat kita,” ujarnya.
Dan dalam UUD, lanjutnya, negara dan pemerintah menjamin dan menjaga keamanan dan kebersamaan warga sehingga kerukunan itu terjadi. “Nah oleh karenanya, kita pun tentunya dalam banyak hal akan melakukan dialog dengan agama-agama lain. Sebab kita yakin tanpa dialog tidak akan ada damai,” ungkapnya.
Sementara itu, mengenai skala prioritas yang akan dilakukannya setelah terpilih, WTP Simarmata mengatakan, banyak keluhan-keluhan yang dia terima dari warga jemaat HKBP tentang bagaimana seharusnya gereja hadir di tengah-tengah jemaatnya. “Seperti pendeta yang terlalu orientik. Padahal sebetulnya kita membutuhkan agar warga kita mendapat peran yang lebih banyak. Jadi ruang kepada warga jemaat harus lebih besar karena banyak potensi pada diri jemaat kita. Di samping itu apa yang menjadi tatanan dalam pengambil kebijakan dan aturan peraturan harus perlu pemikiran ulang,” pungkasnya sambil permisi dari hadapan wartawan.
Sementara itu, salah seorang peserta Sinode Godang, sintua Aminuddin Manurung yang merupakan utusan dari distrik Labuhanbatu kepada METRO saat dimintai tanggapannya menuturkan, Pdt WTP Simarmata merupakan sosok yang paling tepat dalam memimpin HKBP. Pengalaman WTP Simarmata sebagai mantan Sekjen HKBP dan mantan Ketua Umum PGI wilayah Sumut dinilainya sebagai pengalaman yang akan membuat WTP Simarmata sanggup dalam memimpin organisasi gereja terbesar di Asia Tenggara ini.
“Harapan saya, semoga Ephorus HKBP terpilih dapat merangkul pendeta-pendeta yang memiliki persepsi yang berbeda. Juga dapat mengayomi dan melindungi semua jemaat HKBP secara khususnya. Selain itu, harus dapat membawa HKBP agar diperhitungkan negara dalam setiap mengambil keputusan,” ucapnya.
Baca seterusnya di sini.

Topang doa: Sinode Godang HKBP dimulai

Written By Menara Penjaga on Selasa, 11 September 2012 | 08:15

Sinode Godang HKBP Tahun 2010 lalu
(foto: iwanvictorleonardo.wordpress.com)
INDONESIA, Taput (Metro Siantar).
Sinode Godang HKBP resmi dibuka hari ini, Senin(10/9) di Auditorium Seminarium, Kecamatan Sipoholon, Taput. Sinode Godang yang merupakan salah satu perhelatan sakral untuk pemilihan Ephorus, Sekjend, Kepala Departemen dan Preases distrik kali ini, akan berlangsung selama seminggu, hingga Minggu (16/9).
Bertempat di Kantor Pusat HKBP, Pearaja, Kota Tarutung, Sabtu ( 8/9) dalam sebuah konfrensi pers yang dihadiri tiga dari lima calon ephorus HKBP yakni Sekjen HKBP Pendeta Ramlan Hutahaean, Kepala Departemen Marturia Pendeta Binsar Nainggolan dan Pendeta Nelson Siregar Kepala Departemen Diakonia, terlontar kekhawatiran akan terjadinya politik uang dan Nepotisme dari para peserta sinode maupun dari pengaruh kepentingan luar yang berbau politik.
“Sesuai dengan tri tugas gereja, kriteria ephorus harus seorang yang memberitakan firman Tuhan secara benar, menjalankan sakramen dengan benar dan disiplin gereja. Hal itu dicakup dalam tri tugas panggilan gereja. Yaitu menjalankan persekutuan (Koinonia) menjalankan kesaksian Yesus ke seluruh dunia (marturia), menjalankan pelayanan dan melayani sesama manusia (Diakonia). Inilah tri tugas gereja yang dijalankan oleh ephorus HKBP,” ujar Pendeta Binsar Nainggolan.
Dia menyerukan kepada peserta sinode atau sinodestan untuk menghempang segala dukungan eksternal. Baik yang berupa dukungan politik praktis, money politik dan unsur nepotisme. “Karena itu akan menodai kesakralan pemilihan ephorus,” tegasnya. Ia menjelaskan, bahwa ephorus ditugaskan oleh gereja untuk memelihara identitas gereja atau hakekat gereja sebagai tubuh Kristus yang melayani di dunia ini. “Makanya saya katakan HKBP sebagai gereja bukan organisasi. Untuk itu perlu dibedakan yang mana menjalankan roda organisasi dengan ilmu prinsip manajemen dengan menjalankan pelayanan gereja yang merupakan tubuh kristus,” ujarnya.
Perbedaannya lagi, lanjutnya, dalam pemilihan pemimpin sebuah organisasi, orientasinya adalah kekutan yang dimana siapa yang berkuasa itu yang memimpin. “Kekuasaan disitu bukan dalam arti yang negatif. Tetapi memang itulah dalam organisasi. Sedangkan HKBP dalam memilih pemimpin yang dalam hal ini ephorus orientasinya adalah pelayanan. Karena sesuai dengan Markus 10 ayat 45. Yesus datang ke dunia bukan untuk dilayani, tetapi untuk melayani. Seperti itu juga lagi ephorus yang harus melayani,” tambahnya.
Sementara itu, calon ephorus lainnya Pendeta Ramlan Hutahaean, yang juga merupakan ketua panitia Sinode Godang HKBP kali ini mengatakan, bahwa semua orang harus membedakan Pemilukada dan Sinode Godang. “Kriteria yang bagaimana (ephorus), ya kriteria yang bisa dipanggil Ompu (yang dituakan dan dihormati) itulah,” kata Ramlan sembari meminta kepada wartawan untuk mengartikan ucapannya.
Namun Ramlan balik menjelaskan lagi, bahwa kriteria Ephorus yang dibutuhkan adalah seseorang yang memang benar-benar bisa dipanggil Ompu. Dan Ompu yang tampil beda dan juga pemberani. Sedangkan Pendeta Nelson Siregar mengatakan, HKBP membutuhkan pemimpin yang menjalankan prinsip kristokrasi yang menerapkan kepemimpinan Kristus dan dalam setiap kegiatan pastoralnya, ephorus tidak membebani jemaatnya.
Dia menambahkan, bahwa pemimpin HKBP saat ini juga yang harus fokus kepada pelayanan generasi jemaat agar dapat menghadapi arus globalisasi atau menghadapi perkembangan jaman. “Jangan memilih ephorus hanya karena melihat dari penampilan semata. Ephorus harus mampu menyuarakan keberadaan gereja dan menyejahterakan jemaat dalam pelayanannya secara khusus,” ujarnya.
Baca seterusnya di sini.

Sinode Godang HKBP: Bukan ajang merebut kekuasaan

Written By Menara Penjaga on Selasa, 28 Agustus 2012 | 01:28

INDONESIA, Taput (metrosiantar).
Pelaksanaan Sinode Godang Huria Kristen Batak Protestan (SG HKBP) diharapkan berjalan lancar dan sukses. Ajang ini bukanlah untuk berebut kekuasaan melainkan mencari pimpinan bagi jemaat HKBP. Oleh karenanya, peserta diminta untuk tidak mementingkan ego dan ambisinya yang bisa-bisa membuat pemilihan ini deadlock (mengalami kebuntuan). Demikian disampaikan Jumongkas Hutagaol, salah satu jemaat HKBP Simpang Limun, Kota Medan, Minggu (26/8).

“Kita harapkan agar para peserta Sinode Godang (Sinodestan) yang akan memilih pucuk pimpinan HKBP pada 10 hingga 16 September 2012 mendatang mendukung penuh kelancaraan acara tersebut. “ Kepada sinodestan mulai dari tingkat Sintua sampai Ephorus diminta harus benar-benar memiliki sikap prilaku yang harus diteladani semua warga jemaat. Dan diingatkan juga kepada sinodestan untuk menjaga acara yang sakral tersebut dan jangan menciderainya hanya gara-gara ego dan ambisi yang berlebihan untuk menjadi pemenang,” harap Jumongkas Hutagaol.

Menurut Jumongkas Hutagaol, jika masing-masing calon menganggap pemilihan ini sebagai ajang perebutan kekuasaan, maka akan sangat mungkin terjadinya rekayasa-rekayasa. “Kalau sudah begitu kita takutkan akan ada pihak yang akan melakukan pro-kontra dalam pembahasan tata tertib pemilihan dengan tujuan agar sinode godang mengalami dead lock atau kebuntuan,”katanya.

Dikatakannya lagi, jika hal tersebut sampai terjadi maka akan sangat memalukan bagi HKBP. “Jangan sampai ada diantara sinodestan atau calon pucuk pimpinan HKBP nekat menciptakan suasana chaos (kekacauan) hanya karena ambisinya menjadi pemimpin terancam gagal,” tegas Jumongkas. Rasa khawatir sinode godang tersebut bakal deadlock, menurut Jumongkas, muncul setelah melihat dan mencermati situasi yang berkembang jelang pelaksanaan. Dan juga merujuk dengan adanya upaya melalui wacana pada tahun yang lalu untuk mengamendemen aturan peraturan dan mengubah masa bhakti Ephorus dari 4 tahun menjadi 6 tahun. Dengan artian jika wacana itu sempat disahkan, maka pimpinan HKBP saat ini masih akan menjabat lagi hingga dua tahun kedepan.

“Nah, kalau sampai sinode godang deadlock maka akan ditunda dan otomaits pimpinan sekarang akan ditambah masa jabatannya hingga dua tahun kedepan,” ujarnya. Untuk itu, lanjutnya lagi, diingatkan agar para sinodestan hendaklah takut akan kebenaran dan perintah Tuhan serta hukum-hukumnya. “Bukannya apa-apa, tetapi kita harus mengantisipasi agar hal-hal seperti itu jangan terjadi,” katanya.Sebelumnya, Ketua Umum Panitia Pelaksanaan SG Pdt Ramlan Hutahaen dalam konfrensi pers di kantor pusat HKBP baru- baru ini menyebutkan, lima calon Ephorus HKBP nantinya akan dipilih oleh 1379 sinodestan yang semuanya merupakan utusan dan perwakilan jemaat seluruh distrik Gereja HKBP yang ada di Indonesia.

Baca seterusnya di sini.

Penetapan bakal calon Ephorus HKBP 2012-2016

Written By Menara Penjaga on Senin, 30 Juli 2012 | 07:43

INDONESIA, Taput
Hasil sinode distrik yang digelar sejak tanggal 24-26 Juli menyebutkan, sebanyak lima calon secara resmi akan bertarung untuk memperebutkan jabatan Ephorus HKBP periode 2012-2016. Sekretaris Jenderal HKBP Pdt Ramlan Hutahaean MTh dikonfirmasi METRO, Jumat (27/7) di Kantor Pusat HKBP Pearaja membenarkan. Kelima calon tersebut masing-masing Pdt WTP Simarmata, Pdt Ramlan Hutahaean, Pdt Binsar Nainggolan, Pdt Nelson Siregar, serta Pdt David Sibuea.

“Kelima nama ini lah yang nantinya menjadi calon Ephorus HKBP periode 2012-2016. Pemilihan akan digelar 10-16 September mendatang,” ujar Ramlan Hutahaean. Lebih jauh Ramlan sekaligus Ketua Umum Pelaksanaan Sinode Godang 2012 mengatakan, selain pemilihan calon Ephorus pada sinode distrik yang serentak dilaksanakan di 27 distrik HKBP se-Indonesia selama tiga hari berturut-turut itu, calon pimpinan HKBP seperti Sekjend dan tiga Kepala Departemen HKBP juga sudah diketahui.

“Mulai saat ini hingga hari H-nya nanti merupakan masa-masa paling penting bagi 1.359 orang utusan sinode yang memiliki hak suara. Karena pada masa ini lah seluruh utusan harus bisa memahami atau mendalami para calon Ephorus untuk kemudian menentukan pilihannya nanti,” ujarnya. Sementara jemaat HKBP yang tidak memiliki hak suara, sambung Ramlan, diimbau mendoakan agar setiap utusan dalam penentuan siapa yang akan dipilih pada Sinode Godang nanti berdasarkan suara Tuhan.

Ditanya kriteria seperti apa Ephorus yang dibutuhkan HKBP saat ini dengan tegas Ramlan menyebut, pada dasarnya HKBP membutuhkan figur Ephorus yang bisa memimpin HKBP menjadi gereja mandiri, kuat dan berpengaruh serta memahami posisi gereja saat ini. “Yang paling penting tidak terkontaminasi dengan kepentingan sepihak. Tidak dapat dipengaruhi oleh pengusaha maupun penguasa. Apalagi setelah Sinode Godang akan banyak pemilihan umum. Jangan sampai ada yang memanfaatkan HKBP untuk berpolitik,” imbaunya.

Untuk diketahui, dalam Sinode Godang HKBP yang akan dilaksanakan selama seminggu mulai tanggal 10-16 September mendatang, selain pemilihan Ephorus juga dilakukan pemilihan Sekjend, 3 Kepala Departemen HKBP, serta praeses distrik.

Dari 5 calon Ephorus HKBP yakni Pdt WTP Simarmata merupakan mantan Sekjen HKBP dan mantan Ketua Persekutuan Gereja Indonesia, saat ini sebagai ketua rapat pendeta HKBP. Sedangkan Ramlan Hutahaean merupakan Sekjend HKBP. Sementara itu, Binsar Nainggolan juga merupakan Kepala Departemen Marturia HKBP, Nelson Siregar adalah Kepala Diakonia HKBP, serta David Sibuea merupakan seorang praeses di distrik.

WTP Simarmata, salah seorang calon Ephorus HKBP yang ikut bertarung di Sinode Godang September mendatang mengatakan, setelah pemilihan lalu gagal terpilih sebagai Ephorus, kali ini dia ingin terpilih. Namun, dia tak ingin terlalu memaksakan kehendak dan menyerahkan semuanya kepada utusan pemilik suara. “Ketika terpilih, kita siap,” ujar Simarmata yang juga mantan Sekjen HKBP. Menurutnya, kriteria Ephorus yang dibutuhkan HKBP saat ini adalah sosok seseorang benar-benar bisa mendengar jeritan jemaat dan memperjuangkan kebebasan beribadah. “Ephorus harus menjadi pelayan jangan dilayani,” tegasnya.

Baca selengkapnya di MetroSiantar.
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger