"Berbahagialah orang yang membawa damai, karena mereka akan disebut anak-anak Allah."

Terbaru

Tampilkan postingan dengan label Tondano. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Tondano. Tampilkan semua postingan

KPI Pdt. DR. Stephen Tong siap digelar di 6 kota di Sulawesi Utara

Written By Menara Penjaga on Sabtu, 22 Juni 2013 | 11:03

Pdt. Dr. Stephen Tong (foto: KPIN).

INDONESIA, Tondano (manadotoday.com) – Kebaktian Penyegaran Iman (KPI) dengan pembicara Pdt. DR. Stephen Tong siap digelar di 6 Kota di Propinsi Sulut. Menurut Ketua Umum Panitia Drs. Jantje W Sajow, MSi. bahwa KPI yang digelar secara oikumene dengan rekomendasi dari Badan Pekerja Sinode Gereja Masehi Injili di Minahasa ini akan bekerja sama juga dengan gereja-gereja lain yang ada di Sulawesi Utara.

“Panitia sudah siap gelar kegiatan ini,” terang Pnt. Sajouw yang adalah juga Bupati Minahasa ini.

Ditambahkannya kegiatan ini akan dilaksanakan pada Kamis 27/6 di Lapangan Maesa Bitung, Jumat dan Sabtu 28-29/6 di Stadion Klabat Manado, Minggu 30/6 di Lapangan Scwarz Langowan, Senin 1/7 di Stadion Maesa Tondano, Selasa 2/7 di Stadion Parasamya Tomohon dan Rabu 3/7 di Lapangan Poleko Airmadidi.

Disamping KPI juga akan digelar Seminar untuk para Hamba Tuhan dan Pelayan Khusus pada Sabtu 29/6 pukul 09.00 WITA di Gereja GMIM Bethesda Manado, Seminar untuk para Aparat dan Pegawai Negeri pada Senin 1/7 jam 09.00 wita di Geddung Wale Ne Tou Tondano dan Seminar untuk Aktivis Gereja dan Mahasiswa pada Selasa 2/7 jam 09.00 wita di Aula Bukit Inspirasi Tomohon.

Sementara Ketua I Panitia Vicky Tanor, SPi., MSi. dan Sekretaris Umum Panitia Pnt. Agustivo Tumundo SE., MSi. mengungkapkan bahwa pihaknya tengah memantapkan persiapan kegiatan ini dengan terus melakukan pertemuan teknis bersama Panitia Lokal di lokasi kegiatan masing-masing. Di samping itu pihaknya terus mempublikasikan kegiatan ini ke seluruh lapisan masyarakat dan jemaat.

“Tentu topangan doa dari semua pihak yang paling kami harapkan dan menyerahkan semua proses kegiatan ini hanyalah untuk hormat dan kemuliaan Tuhan Yesus Kristus,” kata Tumundo yang juga Kabag Kesra Pemkab Minahasa ini. (Rommy Rompas/MP)

------

DARI KEGIATAN KPI NASIONAL DI MINUT – STEPHEN TONG: STOP EKSPOR PELACUR, EKSPORLAH HAMBA TUHAN

Airmadidi, KOMENTAR (5 Juli 2013) – Pdt. Dr Stephen Tong dalam salah satu pesan khotbahnya mengharapkan agar anak-anak muda di Airmadidi (atau Manado) tidak  dikirim ke daerah lain untuk menjadi pelacur, melainkan dikirim menjadi hamba Tuhan. Demikian diungkapkannya saat menjadi pembicara dalam Kebaktian Pembaharuan Iman (KPI) Nasional di Lapangan Poleko Airmadidi, Kabupaten Minahasa Utara (Minut) tadi malam.
“Saya minta agar anak muda di daerah ini jangan dikirim menjadi pelacur di daerah lain, saatnya mengirim anak muda menjadi hamba Tuhan. Stop ekspor pelacur, eksporlah hamba Tuhan untuk mewartakan Injil Tuhan,” ujarnya.
Pdt. Tong mendengar informasi kalau banyak anak muda di daerah ini kerap dikirim ke luar Sulut untuk menjadi PSK. Karena itulah ia menyerukan imbauan ini dalam KPI tersebut.
Ia juga menantang anak-anak muda di Minut yang ingin menjadi hamba Tuhanfull time untuk maju ke panggung untuk didoakan dan diutusnya. Tak pelak, ratusan anak muda yang menghadiri KPI ini langsung merespons ajakannya.
“Saya dipanggil mewartakan Injil Tuhan saat saya berusia 17 tahun dan sampai saat ini di umur 73 tahun saya masih menjadi hamba Tuhan yang terus mewartakan Firman Tuhan. Saya sudah banyak berkhotbah di 600 daerah dan di hadapan jutaan manusia. Tapi saat ini masih banyak umat manusia yang belum mengenal Tuhan dan Injil. Karena itu saya mengajak kalian (anak muda, red) untuk bekerja full time mewartakan Firman Tuhan. Hindari perbuatan dosa dan rajinlah baca Injil. Jika saya tidak bisa melihat kalian menjadi hamba Tuhan saat saya hidup di dunia, saya yakin dari surga saya akan melihat kalian menjadi hamba Tuhan,” paparnya.
Dalam khotbahnya ia mengupas tuntas tentang tema dosa dan anugerah pengampunan dari Tuhan. Ia menegaskan bahwa upah dosa adalah maut, tapi Allah yang setia dan adil akan menganugerahkan pengampunan kepada umatnya yang bertobat. Karena itu, ia mengajak seluruh peserta KPI untuk kembali kepada Tuhan dan tidak lagi menghambakan diri pada perbuatan dosa.
“Jangan lagi berzinah, berjudi, mabuk-mabukan, mengonsumsi narkoba, dan kembalilah pada Yesus. Hanya di dalam Yesus Kristus anugerah pengampunan dan keselamatan kita peroleh. Karena Allah mau turun ke dunia menjadi manusia dalam diri Yesus, disalibkan dan bahkan wafat di kayu salib lalu bangkit di hari ketiga dan akan kembali untuk kedua kalinya. Inilah rangkaian keselamatan manusia yang hanya diperoleh dalam Yesus,” tegasnya.
KPI ini dihadiri sekitar 6000-an orang. Sebelum khotbah Ev Michael Liu memberikan kesaksiannya. Ia mengaku awalnya dia mengenal Tuhan tapi kemudian menjadi pemberontak Tuhan. Tapi kemudian setelah mengenal Stephen Tong lewat internet ia akhirnya bertobat, kemudian menjadi hamba Tuhan mengikuti Stephen Tong. Atas kesaksian ini Stephen Tong pun mengajak kaum muda di daerah ini untuk mengikuti jejak Michael Liu.
Sementara itu, Bupati Minut Drs Sompie Singal MBA dalam sambutannya menyambut baik KPI dan mengapresiasi kehadiran Pdt. Stephen Tong. “Saya berharap agar bukan hanya Minut diberkati melalui KPI ini, tetapi ke depan banyak anak muda yang mengikuti jejak Pdt Stephen Tong dan Evangelis Michael Liu menjadi hamba Tuhan,” ajaknya.
“Puji Tuhan, ada sukacita, berkat dan damai sejahtera yang kami rasakan. Kami berharap akan banyak kegiatan KPI bahkan KKR di Kabupaten Minut,” ujar seorang warga Minut yang mengikuti KPI Nasional ini. (imo/MP)

Duka di Tondano, Minahasa: Selamat jalan "sembilan anak remaja teladan"

Written By Ray Maleke on Selasa, 28 Mei 2013 | 22:08

Ibadah pelepasan delapan jenazah remaja Tondano di GMIM Sentrum Liningaan (foto: Manado Post).
INDONESIA, Tondano (MP) – Ribuan orang menghadiri acara pemakaman dan pelepasan delapan dari sembilan remaja Gereja Masehi Injili di Minahasa (GMIM), Senin (27/5) waktu setempat. 

Kedelapan remaja gereja ini mendapat penghormatan dari jemaat dengan ibadah di gereja, kebiasaan yang hanya dilakukan untuk mereka yang sementara atau pernah memikul tugas pelayanan gereja, baik sebagai penatua, syamas (diaken) atau pendeta.

Acara pemakaman delapan dari sembilan jenazah diawali dengan ibadah di rumah duka masing-masing keluarga, kemudian dilanjutkan di Gereja Sentrum Liningaan di mana delapan remaja yang menjadi korban arus pasang di pantai Kawis (Sabtu, 25/5) didoakan kemudian dihentar ke pemakaman umum Ranowangko, kurang lebih satu kilometer dari lokasi gereja.

Sesuai tradisi di Tondano para pekabung berarakan menyertai keranda jenazah sampai di tempat pemakaman, sekalipun hari itu hujan turun. 

Hari Selasa (28/5) waktu setempat korban kesembilan turut juga dimakamkan. 


Duka Minahasa

Peristiwa yang menimpa rombongan tamasya jemaat GMIM Sentrum Liningaan menjadi duka komunitas Kawanua baik di Minahasa maupun di diaspora.

Hari Minggu lalu (28/5), Yessha Pelealu, salah seorang teman dari para korban, di halaman Facebook (Fb)-nya menulis, "Selamat jalan ade2 sayanggg Tuhan kalo qw qta blh blg, qyp musti anak2 yg cinta Tuhan yg Tuhan ambe.."  (Selamat jalan adik-adik sayang | Tuhan kalau aku boleh katakan, mengapa mesti anak-anak yang cinta Tuhan yang Tuhan ambil..)

Berbagai ungkapan belasungkawa mewarnai komunitas-komunitas online orang-orang Minahasa, tak sedikit yang berupaya mencari solusi untuk mencegah peristiwa tragis yang sama terulang kembali.


Sambutan duka Bupati Minahasa

Bupati Minahasa yang juga adalah Ketua Komisi Remaja Sinode GMIM, Drs. Janjte Wowiling Sajouw, M.Si, dalam sambutannya mengungkapkan rasa duka yang dalam atas peristiwa ini.

Bupati Sajouw yang sebelumnya bersama rombongan mengunjungi ruman-rumah duka juga mengungkapkan bahwa objek wisata di Minahasa yang rawan bagi pengunjung akan ditutup, sementara yang layak dikunjungi akan dikelolah secara profesional dan dilengkapi dengan penjaga pantai, demikian laporan Manado Post (28/5).


Harta dalam bejana

Kisah tragis yang menimpa tiga belas remaja GMIM Sentrum, dan mengambil nyawa sembilan di antaranya, tak hanya akan dikenang sebagai kisah tragis semata-mata.


Novi Mentu, ayah dari salah seorang korban, Pingkan Mentu (17), memberi kesaksian pada acara pelepasan di Gereja Sentrum. Ia yang ada di lokasi saat itu berusaha menyelamatkan mereka yang terjebak arus kuat yang datang tiba-tiba, namun ia sendiri kehilangan anaknya.

Penatua Remaja jemaat Sentrum, Higia Sambul, termasuk sederet orang yang sangat terpukul dengan peristiwa yang sulit diterima dan sulit dipahami ini. Dalam isak tangisnya ia mengatakan bahwa anak-anak ini (para korban, red) adalah anak baik-baik. 

Selain Risky dan Pingkan, korban lainnya adalah Morina Rarung (13), Valdano Surentu (17), Sherina Onggeleng (14), Gabriela Surentu (16), Angie Gabriela Tengker (14), Dandy Wuisang (12) dan Geronimo Mailantang (14).

Pada hari pemakaman para korban Yessha, salah seorang teman, kembali menulis status di Fb:

Se lia biasa2 jo, senyum pa org2. biar dlm hati so ta pela2, kurang mo sontong sdki kong ancoorrrrr..
Oh Tuhan, sungguh so ancor sx ni hati mo lia pa ni 9 anak rmja teladan di sentrum terakhir kali.
Ntw apa Tuhan pe mksd dgn ini,cuma ta prcya dibalik ini smw ada rencana luar biasa indah yg Tuhan sediakan.
:')

(Tunjukkan seperti biasa saja, [berikan] senyum pada orang-orang, sekalipun hati telah retak-retak, tinggal disentuh sedikit akan hancur. Oh Tuhan, sungguh hancur hati ini melihat sembilan anak remaja teladan di Sentrum untuk yang terakhir kali. Entah apa maksud Tuhan dengan ini, namun aku percaya di balik ini semua ada rencana luar biasa indah yang Tuhan sediakan :') )

Jemaat, keluarga dan teman-teman dekat dari para korban hari-hari ini terus menjadi pokok doa pribadi maupun di berbagai ibadah gereja, di Minahasa maupun di diaspora.***
 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Menara Penjaga - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger